Penari Erotis Kendari
Penari Erotis Kendari (KABARKENDARI/Egi)

Kendari – Tarian erotis tidak hanya dijumpai di belahan dunia lain atau di kota-kota besar di Indonesia. Seni gerak tubuh yang disajikan oleh penari dengan pakaian minim tersebut mulai disuguhkan di Kota Kendari.

Dengan demikian, penikmat hiburan malam di kota berjuluk Kota Bertakwa ini tak perlu jauh-jauh lagi bila ingin melepas penat dengan hiburan seperti itu. Cukup ke THM D’liquid saja, di kompleks Grand Clarion Hotel Kendari. Sekali masuk hanya Rp 75 ribu.

Bagaimana suasananya? Berikut pantauan jurnalis kabarkendari.com, Sabtu malam 3 September 2016.

Waktu menunjukkan tepat pukul 01.00 Wita. Musik yang dimainkan seorang DJ (disc jockey) mulai menggema. Ketika sebagian pengunjung mulai menikmati lantunan musik, munculah empat penari. Mereka hanya dibalut pakaian minim berwarna merah cerah. Sengaja memamerkan lekuk tubuh. Menari erotis.

Goyangan para penari erotis itu membangkitkan para lelaki dari tempat duduk. Dua buah tiang yang sengaja disiapkan menjadi pusat gerakan tari. Sesekali diantara para penari itu memeluk tiang sembari menggoyangkan pinggul ke arah penonton. Penonton makin bergairah. Beberapa diantaranya tak ragu berteriak. Tapi ada juga yang hanya melempar senyum.

“Memang sudah begitu di sini. Kadang juga ada bapak-bapak yang langsung naik ke panggung. Goyang dan menyawer,” kata seorang pengunjung.

Andri (nama samaran), yang bekerja sebagai waiter mengungkapkan bahwa tarian erotis terjadwal dua kali dalam semalam. Pukul 01.00 Wita dan Pukul 02.30 Wita. Yang mengagetkan, ia mengatakan jika para penari erotis itu bisa melayani para pria hidung belang.

“Harganya Rp 3,2 juta itu terserah mau dibawa kemana. Bisa juga minum sama-sama di meja. Terserah pengunjungnya, yang pasti tarifnya sudah begitu,” ujarnya santai.

Tarian erotis menjadi salah satu jualan D’liquid Kendari, sebuah Tempat Hiburan Malam dibawah manajemen Grand Clarion Hotel Kendari. Letaknya yang tepat menghadap Teluk Kendari menjadi sempurna bagi penikmat dunia malam. Kisah munculnya penari erotis di hotel ini telah menjadi rahasia umum.

Ikhwal kemunculannya diduga sejak maraknya aktivitas penambangan nikel di sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara. Sebagai kota transit, Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara ini menjadi persinggahan para pelaku bisnis tambang. Sejak itu THM di kota yang mengusung tagline Kota Bertakwa ini tumbuh bak cendawan di musim hujan. Kini pengunjung THM tidak lagi melulu pebisnis atau pekerja tambang.

Sementara itu, Humas Grand Clarion Hotel Kendari, Amanda, yang dikonfirmasi melalui selulernya membantah jika tarian yang disajikan adalah tarian erotis. Meski faktanya para penari hanya menggunakan busana seperti bikini dan dibungkus kain tipis Amanda tetap mengelak bahwa itu bukan tarian erotis.

“Maaf yah di D’Liquid itu tidak ada tarian erotis, yang ada tarian koreo dancer,” singkat Amanda melalui pesan singkatnya kepada kabarkendari.com, Senin siang 5 September 2016.

Penulis : Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...