Workshop Tambang
Kepala Dinas ESDM Sultra Burhanuddin (kiri) saat menyerahkan cinderamata kepada Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh, di sela-sela kegiatan workshop CSR pertambangan Sultra, Selasa 23 Agustus 2016. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Abdurrahman Saleh tidak dapat menyembunyikan rasa kekesalannya saat mengetahui sejumlah perusahaan tambang hanya mengutus stafnya mengikuti workshop CSR di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa 23 Agustus 2016.

Dari sekian banyak perusahaan tambang yang ada di Sultra hanya PT Antam yang mengutus salah seorang pengambil kebijakannya, sedang yang lainnya hanya diwakili staf. Bahkan, ada beberapa perusahaan tambang yang tidak punya wakil di kegiatan tersebut.

Kemarahan Abdurrahman Shaleh terungkap saat memberikan sambutan membuka kegiatan Dinas Energi Sumber Daya Mineral atau ESDM Sultra itu.

“Masa dalam kegiatan seperti ini perusahaan tambang hanya mengutus staf, bukan pengambil kebijakan. Saya lihat ini hanya PT Antam yang hadir pengambil kebijakan. Seharusnya yang tidak hadir ini dipersulit izinnya,” ujar Abdurrahman Shaleh dengan nada kesal.

Lantaran itu, ia menyampaikan akan berkunjung ke beberapa perusahaan tambang untuk memeriksa seluruh kelengkapan izin. Jika ditemukan ada yang tidak lengkap, dirinya bersama dengan gubernur tidak segan-segan memberikan ganjaran, misalnya dipersulit dalam kepengurusan izin.

“Ini bukan mencari-cari kesalahan. Makanya kita berkumpul seperti ini untuk menentukan langkah mengenai CSR kedepan. Kalau ada perusahaan yang mempedulikan CSR, pasti akan dipermudah izinnya,” jelasnya.

Abdurrahman menambahkan, CSR perusahaan harus dikelola dengan baik maka akan berdaya guna dan langsung menyentuh masyarakat, sehingga jika ada perusahaan tambang yang mengajukan izin usaha pertambangan atau IUP akan dilihat niatanya, apakah bisa mensejahterakan masyarakat atau tidak, sebab CSR itu harus dilihat asas manfaatnya. “Bukan berarti keberadaan tambang itu tidak menjadi sapi perah,” ujarnya.

Sementara itu Kadis ESDM Sultra, Burhanuddin mengungkapkan, kegiatan workshop tersebut akan rutin dilaksanakan untuk mengevaluasi CSR pertambangan yang ada si Sultra.

“Memang ada beberapa perusahaan tambang yang tidak hadir. Ada juga hanya dihadiri staf, tapi ada satu perusahaan yang kangsung dihadiri pengambil kebijakan yakni PT Antam,” tutup Burhanuddin saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Penulis: La Ode Kasman
EditorĀ  : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...