OJK Sultra
Achmad Zaelani (kanan) didampingi Kepala Sub bagian Pengawasan Bank OJK Sultra, Amiruddin Muhidu. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Sulawesi Tenggara mengidentifikasi beberapa investasi bodong yang mulai marak di Sultra.

OJK menemukan sedikitnya dua investasi ilegal yakni MMM di Kota Kendari dan satunya di Kabupaten Muna dengan menawarkan pembebasan kewajiban fasilitas kredit kepada member.

“Ya, investasi ilegal sudah mulai marak di Sulawesi Tenggara makanya kita mulai mengidentifikasi melalui pelaporan-pelaporan masyarakat,” ujar Staf Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Sultra, Achmad Zaelani, Selasa 13 September 2016.

Dia mengaku, pihaknya telah banyak menerima laporan mengenai adanya dugaan maraknya investasi ilegal di Sultra. Mulai dari laporan masyarakat, bank, hingga lembaga lainnya.

Atas hal itu, kata Zaelani, pihaknya mulai mengambil langkah-langkah antisipasi yakni melakukan pembatasan-pembatasan terhadap praktik-praktik investasi ilegal bekerja sama dengan pihak-pihak terkait. Misalnya, kepolisian, kejaksaan, Bank Indonesia, Dinas Perindustrian dan Dinas Perizinan.

“Kita juga sudah membentuk satuan tugas waspada investasi di Sulawesi Tenggara. Satgas ini akan dilaunching akhir September ini, untuk membatasi ruang gerak dan mempercepat penindakan atas praktik-praktik investasi ilegal,” tambahnya.

Selain itu, sambung Zaelani, OJK melakukan market intelijen, dengan rutin melakukan pengecekan adanya potensi-potensi investasi ilegal.

Zaelani mengimbau, masyarakat waspada karena investasi bodong ini tidak hanya menyasar masyarakat pedesaan, namun juga tidak akan menutup kemungkinan terjadi di kota.

“Pelaku investasi ilegasl juga akan melakukan ekspansi, makanya kita inisiasi pembentukan satgas tadi,” tandasnya.

Adapun target pelaku investasi ilegas, kata Zaelani, semua lapisan masyarakat. Mulai dari pelajar, ibu rumah tangga, pengusaha, sampai ke pejabat daerah ada yang ditawari.

“Dari hasil identifikasi sementara yang sudah terindikasi itu baru manusia membantu manusia atau MMM, itu sudah kita tandai. Ada juga yang mencari member kemudian kebebasan kewajiban membayar, ya baru sekitar dua lah yang kita temukan,” beber Zaelani.

Lebih lanjut dia mengatakan, kasus investasi bodong itu pernah terjadi di Raha, Kabupaten Muna. Di situ ada penawaran mengenai pembebasan kewajiban fasilitas kredit dengan mengatasnamakan suatu lembaga yang memiliki dana.

Penulis : La Ode Kasman
Editor   : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...