hearing dprd kota kendari
Rapat dengar pendapat DPRD Kota kendari Komisi II dan III membahas pembangunan Pasar Sentral Wuawua yang dinilai bermasalah. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kendari dari Komisi II dan Komisi III melakukan hearing pembangunan dan pengelolaan pasar sentral Wuawua, Kota Kendari. oleh warga, Pembangunan dan pengelolaan pasar tersebut dilaporkan amburadul.

Dalam rapat dengar pendapat, Barisan Muda Pemerhati Hukum Siltra selaku perwakilan masyarakat menyebut, pembangunan pasar sentral Wuawua, khususnya pada lantai tiga konstruksi bangunannya tidak kuat sehingga mengakibatkan beberapa dinding mengalami retak.

BACA JUGA: Resmikan Pasar Nambo, Ini Janji Asrun kepada Pedagang

“Ada pengurangan konstruksi pada lantai tiga, dikhawatirkan akan roboh dalam waktu yang tidak terlalu lama. Ada keretakan-keretakan pada dinding lantai tiga, kemudian ada masalah penentuan harga kios yang tidak sesuai,” ujar Taha di depan anggota dewan dan peserta hearing.

Hearing ini dihadiri beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Kendari. Mulai dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, Dinas Pendapatan Daerah dan Dinas Pekerjaan Umum Kota Kendari.

Disperindakop selaku pelaksana kegiatan yang juga diwakili Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pengerjaan pasar Sentral Wuawua, Haris, membantah jika ada konstruksi bangunan bermasalah.

“Sementara perbaikan tapi tidak struktur konstruksinya tidak bermasalah,” tangkisnya Kepala Seksi Metrologi Perlindungan Konsumen dan Sarana Distribusi Disperindakop Kota Kendari ini.

Haris menambahkan, pembangunan pasar masih dalam pemeliharaan. Ia mengakui pada tahap akhir flur lantai tiga tidak terlalu bagus.

“Memang agak kurang bagus karena waktu dikerjakan pas turun hujan dan kerusakan hanya pada spot tertentu. Memang pada dinding ada keretakan-keretakan rambut tapi tidak jadi masalah,” terangnya meyakinkan peserta hearing.

Mengenai resapan air yang pada saat hujan bisa bocor ke lantai bawah, Haris, secara tegas menjamin tidak akan bocor. Pasalnya, lantai diflur menggunakan pelapis kedap air bernama membran bakar.

BACA JUGA: Asrun : Saya Tak Rehab Rujab karena Bangun Pasar

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, La Ode Azhar, menegaskan jika memang benar terjadi keretakan, pihak terkait bertanggung jawab. Saat itu juga Azhar langsung meminta kontrak pembangunan pasar.

“Saya minta pengelolanya memberikan dokumen kontrak pembangunan pasar kepada kami. Dokumennya kami kaji dan selanjutnya kita turun tinjau,” tuntas Azhar.

Penulis: La Ode Kasman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...