wika bitumen
Ilustrasi Penambangan Ilegal. (KABARKENDARI/Hajar Syiddiq)

Kabarkendari.com – Sub Direktorat IV Tindak Pidana Tertentu Polda Sultra terus menyelidiki kasus dugaan tindak pidana penambangan secara ilegal yang dilakukan oleh PT Wijaya Karya (Wika), di Kabupaten Buton. Bahkan, penyidik menuntaskan pemeriksaan saksi ahli.

Saksi ahli dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sultra, sudah selesai diperiksa. Sayangnya, penyidik tidak mau membeberkan hasil pemeriksaan tersebut. Alasannya, keterangan ahli adalah materi penyidikan dan menjadi kerahasiaan penyidik.

Kepala Subdi IV Tipidter Ajun Komisaris Besar Polisi Hartono menyebutkan, pemeriksaan ahli sudah dilakukan dua hari lalu.

“Sudah selesai. Jangan dipublikasi itu keperluan penyidik. Nanti kalau dipublikasi bisa mengganggu penyelidikan kami. Initinya sudah kami periksa saksi ahlinya,” jelas Hartono.

Usai pemeriksaan ahli ini, pihaknya akan melakukan gelar perkara bersama seluruh tim Polda Sultra baik Itwasda, Propam maupun internal Tipidter sendiri. Gelar perkara akan dilakukan untuk menentukan apakah kasus itu dapat ditingkatkan ke penyidikan atau tidak.

Hartono menyebutkan, pihaknya yakin pasti naik penyidikan. Hal ini sesuai pemeriksaan dan bukti-bukti yang telah dikumpulkan.

“Nantilah kamu lihat bagaimana nanti hasil gelar. Kalau kami, sesuai hasil pemeriksaan dan pengumpulan bukti-bukti bisa ditingkatkan ke penyidikan. Tapi itu nanti kita simpulkan di rapat gelar perkara nanti. Kalau tidak ada halangan pekan depan kita gelar,” jelasnya.

PT Wika diduga melakukan penambangan nikel di luar Izin Usaha Pertambangan atau IUP di Kabupaten Buton. Prosesnya juga sudah berjalan lama dan diduga merambah hutan lindung dan membuat negara merugi. Namun kasus ini masih penyelidikan dan belum dilakukan penetapan tersangka. Direktur PT Wika dianggap orang paling bertanggung jawab dalam kasus ini, beberapa hari lalu juga pimpinan PT Wika ini sudah diperiksa dan dimintai keterangannya.

Penulis : Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...