PAN Sultra Zulkifili Hasan
Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan dan Umar Samiun Bersama Pengurus DPD PAN Sultra di Baubau. (KABARKENDARI/Suwarjono)

Kabarkendari.com – Partai Amanat Nasional Sulawesi Tenggara kembali mendapat ujian dengan ditahannya sang ketua, Samsu Umar Abdul Samiun, oleh KPK.

Agar roda organisasi tetap berputar, Dewan Pimpinan Pusat PAN menyerahkan tampuk pimpinan kepada Ketua Harian DPW PAN Sultra dan Sekretaris DPW PAN Sultra.

Sekretaris Jenderal DPP PAN, Edy Soeparno, mengatakan partai memiliki mekanisme bila pimpinannya terjerat hukum. Tidak ada masalah, bila ketua harian dan sekretaris untuk menjalankan kepengurusan.

“Sudah ada ketua harian dan sekretaris jadi komposisi sudah efektif jalankan partai. Ketua harian bisa jalankan partai karena dia ada dalam kepengurusan,” ungkap Edy Soeparno usai menggelar rapat koordinasi pemenangan Pilkada 2017 DPW PAN Sultra, Selasa 31 Januari 2017.

Edy mengaku belum memikirkan pergantian ketua secara permanen pasca ditahannya Umar Samiun.

“Kalau diganti nanti dibicarakan secara internal dulu. Tapi secara moril kita mendukung kasus yang dialaminya,” katanya.

Edy mengaku, sangat prihatin dengan kasus hukum yang menimpa Umar. Saat ini, Umar Samiun telah ditahan oleh lembaga antirasua atas dugaan melakukan suap terhadap mantan hakim Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar.

“Tapi kembali lagi kita hormati proses hukum yang berjalan,” jelasnya.

“Kita cermati proses hukum, kita percaya penegak hukum bekerja profesional transparan dan kedepankan asas praduga tidak bersalah,” jelasnya.

Dalam kasus hukum Umar, DPP siap memberikan bantuan hukum bila Umar meminta.

“Ketika kader meminta, kita akan berikan bantuan hukum. Namun, kita tahu dia sudah punya penasehat hukum sendiri,” tutupnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...