Umar Bonte
Umar Bonte. (KABARKENDARI/Kasman)

Kabarkendari.com – La Ode Umar Bonte ngotot mendorong terselenggaranya Musda KNPI Sultra tandingan yang diharapkan dapat menjadi momentum awal dalam menyelamatkan martabat organisasi kepemudaan di Sultra.

Menurut Umar Bonte, Musda KNPI Sultra tandingan yang sedang digagas bersama sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda atau OKP yang ada, penting dilaksanakan untuk menyelamatkan KNPI dari kepentingan orang-orang tua yang merasa dirinya masih muda.

“Selain karena Musda KNPI Sultra yang dilaksanakan di Hotel Kubra kemarin itu ilegal, Musda yang kami gagas ini bertujuan untuk menghimpun kembali OKP-OKP yang selama ini hanya dijadikan alat oleh orang-orang tertentu untuk kepentingan yang tidak jelas,” tegas Umar Bonte, melalui selulernya dari Jakarta, Selasa 30 Agustus 2016.

Lebih jauh anggota DPRD Kota Kendari ini menjelaskan, KNPI Sultra harus dikembalikan kepada fungsi yang sesungguhnya yaitu menjadi forum komunikasi dan penyalur aspirasi OKP dalam meningkatkan derajat, taraf hidup, status, dan kesejahteraan sosial.

“Selama ini, OKP tidak berdaya. Padahal pemerintah daerah dengan kebijakan anggarannya mengucurkan dana yang begitu besar untuk memberdayakan potensi para pemuda yang terhimpun dalam OKP. Namun kenyataannya banyak OKP yang tidak jelas dimana sekretariatnya.” tandasnya.

“Justru, sejumlah OKP dikendalikan oleh oknum-oknum, mereka seperti ‘beternak’ OKP, sewaktu-waktu bisa dipanen. Misalnya La Ini pegang 32 OKP, La Itu pegang 18 OKP, La Sana pegang 20, dan lain-lain. Ini yang tidak bagus,” katanya.

Penguasaan OKP dengan model seperti itu, kata UB, sapaan Umar Bonte, membuat pemuda tidak mendapat ruang untuk berekspresi, menyalurkan potensi, serta berpartisipasi dalam proses pembangunan. Pemuda menjadi dikerdilkan. Maka tidak heran muncul organisasi-organisasi sempalan.

“Nah, ini yang menjadi fokus kami. Mengenai ilegal atau tidak ilegal Musda kemarin, itu bukan soal penting. Yang terpenting adalah  kita ingin menata kembali sistem pengelolaan organisasi di tubuh KNPI Sultra,” terang mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Haluoleo ini.

Saat ini, kata UB, pihaknya sedang berkoordinasi dengan KNPI Pusat pimpinan Fahd A Rafiq untuk melaksanakan Musda. Musda yang betul-betul demokratis. Bukan demokrasi pasar.

“Kami sudah koordinasi dengan pengurus KNPI Pusat. Dan Alhamdulillah kami diberi rekomendasi, sudah ada caretakernya. Insya Allah Minggu kami sudah balik ke Kendari untuk mempersiapkan pelaksanaan Musda,” terang UB.

Ketua Baguna PDI-P Sultra ini mengaku, niatan untuk menyelamatkan KNPI Sultra ini mendapat dukungan dari banyak pihak, terutama para pemuda yang menginginkan perubahan dalam pengelolaan organisasi KNPI, termasuk beberapa yang masuk dalam kepanitian Musda di Kubra kemarin.

Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...