Rektor UHO 2016
Puluhan mahasiswa melaksanakan aksi demontrasi di depan Gedung Rektorat Universitas Halu Oleo Kendari, Kamis 3 November 2016. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Jabatan Rektor Universitas Halu Oleo Kendari mengalami kekosongan selama kurang lebih 12 jam. Pasalnya, sampai saat ini Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi belum mengeluarkan surat keputusan (SK) penunjukan rektor.

Kekosongan rektor tersebut menyusul masa jabatan Profesor Usman Rianse resmi berakhir pada Rabu 23 November 2016 tepat pukul 23.59 Wita. Seharusnya, pada saat bersamaan Kemenristekdikti sudah mengeluarkan SK penunjukan rektor.

“Harusnya sudah ada paling lambat pada pukul 23.59 Wita. Kemenristekdikti juga sudah berjanji akan mengeluarkan SK pada pukul 23.59 Wita tapi sampai hari ini belum ada kabar, ya kita tetap menunggu saja,” ujar Ketua Senat UHO Kendari, Dr Aminuddin Mane Kandari, Kamis 24 November 2016.

Aminuddin mengaku heran dengan sikap Kemenristekdikti yang mengabaikan SK penunjukan rektor. Padahal menurut dia, hal itu sangat krusial karena bisa saja mengganggu jalannya administrasi universitas.

Lebih ironisnya lagi, Kemenristekdikti tidak memberikan kabar kepada pihak UHO soal kejelasan waktu penunjukkan rektor karena sedianya tidak boleh ada kekosongan rektor.

BACA JUGA: Demo Minta Pilrek Diulang, Mahasiswa UHO Bentrok dengan Pegawai Rektorat

“Kita disuruh menunggu yang tidak pasti. Tapi kami berharap kondusivitas kampus tetap terjaga. Penyelenggaraan perkuliahan tetap berjalan aman dan tertib di bawah kendali dekan, hanya saja jika ada administrasi yang membutuhkan tandatangan rektor itu akan jadi masalah,” kata Aminuddin.

Lebih lanjut Aminuddin menjelaskan, pimpinan kolektif tetap berada pada wakil rektor, namun pimpinan tunggal mengalami kekosongan. Kendati demikian, sehingga wakil rektor tidak bisa berbuat apa-apa jika tidak ada mandat yang diterima.

Penulis: La Ode Kasman
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...