OJK Sultra
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sultra, Widodo. (KABARKENDARI/Kasman)

Kabarkendari.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara terus melakukan edukasi dan literasi keuangan sebagai upaya dalam peningkatan ekonomi masyarakat.

Kepala OJK Sultra, Widodo mengatakan, selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, edukasi dan literasi juga untuk memberikan informasi awal serta meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai industri jasa keuangan.

Dia mengungkapkan, literasi keuangan rutin dilaksakan di lingkungan sekolah, kampus, pemerintah daerah, termasuk masyarakat umum di daerah-daerah. Kegiatan tersebut dilakukan bersama dengan Bank Indonesia, Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) dan Asuransi.

“Tujuan literasi keuangan itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mereka perlu akses lembaga keuangan yang lebih muda dan cepat. Karena masyarakat menengah ke bawah dan UMKM tentu perlu pembiayaan terkait modal kerja dan usahanya yang selama ini belum terjangkau industri keuangan formal,” terang Widodo, Senin 10 Oktober 2016.

Untuk mewujudkan hal itu, sambung dia, diperlukan terobosan edukasi dan litetasi keuangan agar masyarakat bisa mengakses produk-produk industri keuangan. Sehingga, masyarakat paham dan tahu cara berkomunikasi, berinteraksi serta berhubungan dengan industri jasa keuangan.

BACA JUGA: Tahun 2016 Ini, OJK Sultra Sudah Terima 19 Aduan Konsumen Perbankan

“Kalau misalnya selama ini ada persyaratan bank tidak dipenuhi masyarakat karena tidak punya agunan, kita carikan terobosan-terobosan agar masyarakat mengakses informasi dan tetap dilayani bank, tentu tanpa mengurangi standar prudential di perbankan,” tandasnya.

Widodo mengakui, tingkat pemahaman masyarakat Sultra terhadap induatri jasa keuangan masih sangat kurang, meski sebenarnya pihaknya belum dilakukan survei khusus Sultra.

Dia menyebut, tingkat pemahaman masyarakat Sultra atas industri jasa masih di bawah angka nasional yang saat ini baru mencapai 21,8 persen. Artinya, dari 100 orang Indonesia, baru 21 orang yang paham produk-produk industri jasa keuangan.

“Di Sultra saya yakin pemahaman mengenai industri jasa keuangan masih di bawah nasional, karena geografis Sultra kepulauan sehingga banyak masyarakat di daerah-daerah yang belum mendapatkan informasi produk-produk industri jasa keuangan,” ucapnya.

Lebih lanjut Widodo mengatakan, masih rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tersebut merupakan tantangan OJK agar terus melakukan terobosan dan strategi demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penulis: La Ode Kasman
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...