Gelombang
Ilustrasi/Unsplash

Kabarkendari.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Kendari mengeluarkan peringatan dini kepada seluruh pengguna jalur laut karena tinggi gelombang di Sulawesi Tenggara atau Sultra mencapai 2 meter.

Kepala BMKG Kendari Aris Yunatas mengatakan, di beberapa perairan di Sultra memiliki perbedaan tinggi gelombang. Namun, untuk perairan Wakatobi, tinggi gelombang mencapai 2 meter.

Menurut Aris, tinggi gelombang di wilayah perairan Sultra tidak dipengaruhi adanya siklon nida tapi disebabkan angin timuran atau Monsun Australia. Berdasarkan hasil analisa tren tinggi gelombang Agustus, wilayah Sultra adalah yang paling tinggi.

“Terkait hal tersebut di atas kami BMKG Kendari mengimbau pengguna jasa transportasi laut wilayah perairan Sultra untuk waspada,” tekannya melalui pesan WhatsApp, Selasa 2 Agustus 2016.

Berdasarkan prakirawan mulai 2 Agustus hingga 3 Agustus 2016, jalur penyeberangan Baubau-Dongkala cuaca hujan ringan, dengan arah angin Timur Tenggara, kecepatan 2 sampai 20 knot dan tinggi gelombang mencapai 0,1 sampai 0,5 meter.[irp posts=”1574″ name=”Kendari Diguyur Hujan Sejak Subuh, Ini Penjelasan BMKG”]

Torobulu-Tampo, cuaca hujan ringan, arah angin Timur-Tenggara, kecepatan angin 2 sampai 15 knot, tinggi gelombang mencapai 0,1 sampai 0,25 meter.

Kendari-Wawonii, cuaca hujan ringan, arah angin Timur-Selatan, kecepatan angin 2 sampai 12 knot, tinggi gelombang 0,1 sampai 0,5 meter.

Penyeberangan Dongkala-Mawasangka, cuaca hujan ringan, arah angin Timur-Selatan, kecepatan angin 2 sampai 15 knot, dan tinggi gelombang mencapai 0,1 sampai 0,5 meter.

Sedangkan Kendari-Wanci cuacanya cerah berawan arah angin Timur-Selatan kecepatan angin 2 sampai 20 knot dan tinggi gelombang mencapai 0,25 sampai 2,0 meter.

Kendari-Baubau, hujan ringan, dengan arah angin Timur-Selatan, kecepa angin 2 sampai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 0,5 sampai 1,0 meter.

Baubau-Wanci, cuacanya cerah berawan, arah angin Timur-Tenggara, kecepatan angin 2 sampai  20 knot, dan tinggi gelombang mencapai 0,5 sampai 2,0 meter.

Sama halnya di wilayah perairan. BMKG mencatat, perairan Baubau tinggi gelombang mencapai 0,25 sampai 1,5 meter.

Perairan Wakatobi, kecepatan angin mencapai 2-20 knot dengan tinggi gelombang 0,2 sampai 2,5 meter.

Perairan Menui-Kendari, tinggi gelombang 0,1 sampai 2,0 meter.

Laut Banda Timur Sultra, tinggi gelombang mencapai 0,5 sampai 2,5 meter.

Teluk Tolo dengan cuaca hujan ringan, kecepatan angin 2 sampai 15 knot, dengan tinggi gelombang 0,1 sampai 1,5 meter.

Penulis: Pandi
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...