Stik Avicenna Kendari
Seorang Tim Rescuer Basarnas Kendari memeriksa tekanan darah Fadilan Malik. (KABARKENDARI/Egi)

Kabarkendari.com – Delapan orang peneliti dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan, STIK Avicenna Kendari, Sulawesi Tenggara, terjebak di Taman Hutan Raya, Tahura Nipa-Nipa perbatasan Kabupaten Konawe dan Kota Kendari. Para peneliti terdiri dari tiga orang dosen dan lima orang mahasiswa.

Para peneliti tersebut tidak dapat keluar dari hutan lantaran seorang dosen bernama Fadilan Malik terserang penyakit asma, Sabtu 13 Agustus 2016. Tim Peneliti kemudian memutuskan mengistirahatkan dosen tersebut sambil menunggu bantuan SAR Kendari.

Menurut Humas Basarnas Kendari, Wahyudi, menjelaskan bahwa delapan orang peneliti dari Avicenna kendari tersebut rencananya akan melakukan penelitian berupa pengumpulan data tumbuhan, pohon dan daun dalam kawasan Tahura Nipa-nipa. Data tersebut akan dijadikan bahan praktikum biologis pada Senin 15 Agustus 2016 mendatang.

“Hanya salah seorang peneliti mengalami sakit. Makanya tidak bisa jalan dan hanya bisa baring. Karena tidak mempersiapkan bekal dalam hutan makanya mereka juga takut. Akhirnya meminta bantuan agar dievakuasi,” kata Wahyudi, Sabtu 13 Agustus 2016.

mendapat laporan, Tim Basarnas Kendari segera ke lokasi kejadian untuk melakukan proses evakuasi. Basarnas Kendari memastikan para peneliti tersebut semuanya dalam keadaan selamat.

Alhamdulilah semuanya selamat dan sehat. Untuk yang sakit namanya Fadilan Malik dia ini dosen,” tuturnya.

Delapan orang tersebut secara rinci yakni Wahyudi Fadilah Malik (Dosen), Lisa (Dosen), Nurul (Dosen), Fiki (Mahasiswi), Arni (Mahasiswi), Irfan (Mahasiswa), Ali (Mahasiswa) dan Rudi (Mahasiswa).

Penulis : Egi

Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...