Rekonstruksi Pembunuhan di Konsel
Rekonstruksi Pembunuhan di Konsel. (KABARKENDARI/Egi)

Kabarkendari.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, tengah merampungkan berkas pemeriksaan empat pelaku pembunuhan terhadap warga Kabupaten Konawe Selatan, bernama Sunia. Empat pelaku yakni Ramina, Ikbal, Mansur, dan Rakuti.

Keempatnya dijerat pasal pembunuhan berencana dan terancam hukuma mati. Menurut Kepala Sub Bidang Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi Polda Sultra, Komisaris Polisi Dolfi Kumaseh, keempatnya terbukti merencanakan pembunuhan terhadap Rumina, perempuan beranak satu di Desa Ranoahu, Kecamatan Ranomeeto, Konsel.

“Keempatnya dijerat Pasal 140 KUHP subsider Pasal 338 KUHP junto Pasal 55-56 KUHP tentang pembunuhan berencana dan turut serta melakukan, menyuruh melakukan dan melakukan perbuatan pembunuhan tersebut. Ancaman hukumannya, hukuman mati,” jelasnya.

BACA JUGA: Dijanjikan Uang Puluhan Juta, Tiga Warga Konsel Tega Membunuh

Dolfi mengungkapkan, pascarekonstruksi di Ranomeeto, Kamis 29 September 2016, pihaknya akan melampirkan semua bukti-bukti tersebut untuk dikirim ke kejaksaan. Rekon itu juga berdasarkan petunjuk jaksa untuk mengungkap semua kejadian dan memperjelas keterangan tersangka.

“Berdasarkan petunjuk jaksa, polisi harus melakukan rekon. Nah keempat pelaku itu kemudian dilakukan rekon dan memperagakan proses pembunuhan terhadap Sunia warga Konsel. Hasilnya, memang mereka terbukti merencanakan pembunuhan,” jelas Dolfi.

Dalam rekonstruksi terungkap fakta bahwa Ramina adalah otak kasus pembunuhan tersebut, Ikbal dan Mansur sebagai eksekutor, sedang Rakuti sebagai pengantar dalam proses pembunuhan tersebut.

Untuk diketahui, keempat pelaku ini ditangkap di Kabupaten Konawe, pada Agustus 2016 lalu. Hal ini berawal dari penangkapan terhadap Mansur, yang kemudian menyebutkan semua rekan-rekannya.

Usai penangkapan terungkap bahwa aksi pembunuhan tersebut dilakukan atas pesanan Ramina yang terbakar cemburu terhadap korban Sunia.

Penulis : Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...