Ilustrasi tersangka masuk penjara
Ilustrasi. (KABARKENDARI/Muh. Hajar Syiddiq)

Kabarkendari.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara terus mengungkap kasus dugaan korupsi royalti PT Panca Logam Makmur (PLM). Pasalnya, kasus yang merugikan Negara Rp 12 miliar ini melibatkan korporasi.

Pada Senin 04 Oktober 2016 tadi pagi, giliran Kepala Bidang (Kabid) Pertambangan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bombana, Syahrul, hadir memenuhi panggilan penyidik.

Syahrul yang mengenakan kemeja abu-abu datang sekitar pukul 09.00 Wita, tanpa banyak bicara dia langsung memasuki ruang penyidik kejaksaan untuk menjalani pemeriksaan.

Humas Kejati Sultra Janes Mamangkei menyampaikan, keterangan Syahrul sebagai pejabat di Dinas ESDM Bombana sangat dibutuhkan untuk mengungkap kasus ini. Sebab, Syahrul dianggap orang yang mengetahui soal hasil produksi emas PT PLM dan pelaporannya di pemerintah daerah.

β€œDia (Syahrul) diperiksa sebagai saksi dalam kasus PT PLM. Pemeriksaan masih terus berlangsung dan masih akan melakukan pengumpulan bukti-bukti,” kata Janes kepada beberapa awak media.

Janes menjelaskan, pemeriksaan kepada Syahrul juga adalah proses penyelidikan kasus penunggakan royalti PT PLM sebanyak Rp 9 miliar mulai tahun 2012 hingga saat ini.

Pemeriksaan tersebut merupakan pengembangan dari keterangan tiga tersangka awal yang ditahan kejaksaan. Keterangan Syahrul akan dikembangkan untuk mengumpulkan bukti-bukti menjerat tersangka lain.

Dalam kasus ini, PT PLM diduga kuat melakukan manipulasi hasil produksi emas sejak tahun 2010-2012, untuk menggelapkan uang negara dari royalti yang harus dibayarkan ke Pemda Bombana. Hasilnya, ada Rp 12 yang tidak disetorkan ke Negara.

Setelah itu, dalam rentang waktu antara tahun 2010-sekarang, PT PLM tidak lagi membayar royalti. Total tunggakan mencapai Rp 9 miliar.

Penulis : Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...