Kasus Nur Alam
Sejumlah penyidik KPK sedang melakukan penggeledahan di kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Selasa 23 Agustus 2016. (KABARKENDARI/SUWARJONO)

Kabarkendari.com – Memasuki hari ketiga pemeriksaan, Jumat 26 Agustus 2016 giliran mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulawesi Tenggara sekaligus mantan Pj Bupati Bombana, Hakku Wahab, yang diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK di Polda Sultra. 11 jam dia dimintai keterangannya, dari pukul 09.00 Wita hingga pukul 20.00 Wita malam ini.

Pemeriksaan terhadap Hakku Wahab terkait kasus korupsi penerbitan izin usaha pertambangan atau IUP milik PT Anugrah Harisma Barakah, yang menyebabkan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam sebagai tersangka. Hakku Wahab yang hadir bersama ajudannya, dengan terburu-buru mencoba meninggalkan wartawan yang menunggunya dari pagi.

Tanpa banyak bicara, pria yang mengenakan baju kemeja batik berwarna coklat plus celana kain hitam ini menuju mobilnya berwarna hitam merek Toyota. Saat ditanya wartawan terkait kehadirannya, ia mengungkapkan, bahwa dia ditanya seputar kerjanya sebagai mantan Kadis ESDM Sultra dan Pj Bupati Bombana. Selebihnya kata dia tidak ada yang menyangkut PT AHB.

“Saya hanya diperiksa sebagai saksi dan hanya dimintai keterangan soal teknis dalam jabatan saya yang lama. Itu saja tidak lebih,” terangnya sambil mencoba meninggalakan wartawan.

Saat ditanyakan apakah dia mengetahui soal penerbitan IUP PT AHB, Hakku Wahab menolak untuk menjawab. Terlebih lagi saat diberondong pertanyaan terkait posisi dia sebagai Pj Bupati Bombana kala itu, apakah mengetahui ada PT AHB di Bombana Hakku Wahab juga menolak untuk menjawab.

“Tidak dek. Tolong jangan dulu wawanvara saya,” singkatnya.

Sementara itu penyidik senior KPK Novel Baswedan membenarkan terkait pemeriksaan Hakku Wahab dalam kasus Nur Alam. Katanya semua pihak pastinya akan diperiksa sama seperti Hakku Wahab. Namun ketika ditanya mengapa waktunya hingga 11 jam pemeriksaan, katanya hal itu sama seperti saksi lain. Namun dalam pantauan Kabarkendari.com hanya Burhanudin Kadis ESDM Sultra saat ini dan Hakku Wahab saja yang diperiksa dengan waktu lama oleh KPK.

“Sama semoa kok. Tidak ada yang dikesampingkan, saksi kemarin juga begitu,” singkatnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pemeriksaan ini masih akan berlangsung hingga Sabtu 27 Agustus 2016 besok. Katanya saat ini juga bukan hanya dirinya yang melakukan pemeriksaan terhadap saksi dalam kasus Nur Alam. Melainkan ada tim penyidik KPK yang juga sementara di Kota Bau-Bau.

Penulis: Kamaruddin

Facebook Comments
loading...