Merampok di Merauke
Kapolsek KP3 Kendari Saat Menunjukan Uang Hasil Rampok. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Seorang perempuan bernama Siti Nuraeni harus berurusan dengan aparat Kepolisian Sektor KP3 Kendari. Wanita yang berdomisili di Jalan Bunga Kolosua, Kelurahan Kendari, Kecamatan Kendari ini ditangkap dengan dugaan terlibat dalam kasus perampokan nasabah bank di Merauke, Provinsi Papua. Keterlibatannya, karena menerima uang Rp 300 juta dari suaminya yang sudah ditangkap di Kepolisian Resor Merauke.

Siti Nuraeni ditangkap di rumahnya Jalan Bunga Kolosua, Kamis 24 November 2016 sore kemarin. Kepala Polsek KP3 Kendari, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Rachmat Zamzam, kepada Kabarkendari.com saat disambangi di ruang kerjanya, Jumat 25 November 2016, menerangkan, kasus ini berawal dari penangkapan terhadap suami Siti Nuraeni oleh Polres Merauke, karena menjadi perampok nasabah bank. Setelah penangkapan itu, didapatkan keterangan sebagian uang hasil rampokan ditransfer ke istrinya.

“Perampokan itu terjadi pekan kemarin. Suami tersangka Siti Nuraeni ini melakukan perampokan terhadap nasabah bank dengan jumlah kerugian sebesar Rp 1 miliar. Sebagian uang itu ditransfer ke istrinya di Kendari. Berdasarkan koordinasi dengan kami maka kami langsung melakukan penangkapan,” kata Rachmat.

Mantan Kepala Polsek Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan ini menerangkan, uang sebesar Rp 300 juta di ATM Siti Nuraeni disebar ke tiga buku tabungan, yakni di ATM BCA, ATM BNI, dan ATM Mandiri. Untuk menghilangkan kecurigaan dari bank, Siti Nuareni memakai nama keponakannya untuk membuat buku tabungan baru. Saat penangkapan berlangsung, lanjut Rachmat, pihaknya mendapatkan uang Rp 300 juta itu sudah dalam bentuk tunai.

“Sudah ditarik semua. Rencananya akan dipakai usaha. Tapi walau begitu kita tetap melakukan proses hukum karena terlibat sebagai penerima uang hasil kejahatan,” jelasnya.

Untuk pasal yang disangkakan kata Rachmat yakni Pasal 55 dan 56 KUHP yakni turut serta melakukan kejahatan. Namun untuk lebih rincinya kata perwira polisi ini, pihak Polres Merauke lah yang mengetahuinya. Sore ini kata Rachmat tersangka Siti Nuraeni akan dijemput oleh anggota reskrim Polres Merauke guna proses lebih lanjut.

Sementara Siti Nuareni yang diwawancara memilih diam dan tidak mau berkomentar. Dia hanya tertunduk malu dan menangis saat diinterogasi oleh penyidik.

Penulis : Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...