Pajak Kendari
Suasana Pelayanan di KPP Pratama Kendari. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kendari, Joko Rahutomo menyebut program pengampunan pajak atau tax amnesty tahap kedua masih belum signifikan nilainya, bila dibandingkan dengan tahap pertama pada September 2016.

KPP Pratama Kendari mencatat, sejak 1 Oktober hingga Selasa 25 Oktober 2016, dana yang terkumpul dari program tax amnesty tahap II baru mencapai Rp 1,6 miliar dari 86 orang pemohon pengampun pajak.

“Oktober ini nilainya tidak besar, beda dengan September lalu memang banyak diikuti pengusaha. Kalau Oktober ini hanya pegawai dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), dan kami masih terus melakukan sosialisasi ke beberapa asosiasi,” terang Joko.

BACA JUGA: Wali Kota Kendari Ikut Program Amnesty Pajak

Menurut dia, masih kurangnya besaran pengumpulan tax amnesty Oktober ini karena orang-orang mengejar tarif 2 persen yang berakhir pada September 2016, semenetara pada Oktober ini sudah diberlakuikan tarif 3 persen.

Tetapi, tambah Joko, pada tarif 3 persen diberlakukan untuk UMKM dan pegawai yang nilai hartanya tidak terlalu besar sehingga bila dikenakan tarif 3 persen pun tidak akan terlalu berat.

“Perkiraan saya kemungkinan Desember akan banyak lagi, karena masih banyak sasaran yang belum ikut tax amnesty. Saya sudah petakan yang belum ikut dan saya sudah punya datanya,” katanya.

“Nanti kita akan imbau lagi, kami tidak memaksa, kami hanya ingatkan apakah mereka berminat atau tidak. pada November 2016 kami akan panat perhotelan dan perumahan,” tambah Joko.

Lebih lanjut Joko mengungkapkan, pada periode pertama Juli-Sepetember 2016 pihaknya berhasil mengumpukan sebesar Rp 40 miliar dari 600 orang yang ikut tax amnesty. Jadi, jumlah keseluruhan yang berhasil dikumpulkan KPP Pratama Kendari sejak adanya program tax amnesty yakni sebesar Rp 41,6 miliar dari 686 orang.

“Dari Rp 41,6 miliar itu masih ada yang belum menyampaikan Surat Pernyataan Harta (SPH), namun sudah bayar,” tuntasnya.

Penulis: La Ode Kasman
Editor : Jumaddin Arif Toabarni

Facebook Comments
loading...