ilustrasi penikaman
Ilustrasi. (INT)

Kabarkendari.com – Seorang pemuda bernama Hendrik menjadi korban penikaman orang tak di kenal (OTK) di kawasan Kendari Beach. Hendrik yang sedang menunggu barang belanjaannya di salah satu kios, tiba-tiba dihampiri sekelompok orang dan langsung melakukan pemukulan dan penikaman. Akibatnya, Hendrik mengalami luka di bagian pinggang kanan.

BACA JUGA: Seorang Pemuda Ditikam di Lokasi Expo UHO Kendari

Kejadian ini bermula saat Hendrik dari kediamannya berjalan kaki menuju kios yang berada di samping Cafe Pesona, Kendari Beach. Sementara menunggu belanjaan, tidak lama kemudian korban didatangi tiga pria dalam keadaan mabuk. Hendrik mendapat perlakuan kasar dengan cara ditendang. Karena takut, korban mencoba melarikan diri. Sayangnya baru mengambil ancang-ancang untuk mengambil langkah seribu, salah seorang dari tiga pemuda tadi langsung menusuk korban.

“Dari hasil identifikasi para pelaku itu bernama Bolong dan Syahrul. Korban sendiri tidak tahu siapa orang-orang itu, namun tiba-tiba saja melakukan penikaman,” cerita Kepala Kepolisian Sektor Kemaraya, Inspektur Polisi Satu, Jimi Fernando, Rabu 02 November 2016, pukul 01.30 Wita, malam.

Kata Jimi, saat dilakukan pemeriksaan, korban mengaku tidak mengenal para pelaku. Korban juga tidak pernah terjadi permasalahan dengan yang melakukan penikaman. Namun dari keterangan saksi-saksi atau warga sekitar kejadian (TKP), polisi menemukan identitas nama Bolong dan Syahrul sebagai pelaku utama dalam kasus ini .

BACA JUGA: Anggota Polda Sultra Disangkur Oknum TNI Saat Ungkap Penyelundupan BBM Ilegal

“Akibat kejadian, korban mengalami luka tusuk pada bagian pinggang sebelah kanan. Korban saat ini dirawat di Rumah Sakit Bahteramas dengan kondisi sadarkan diri namun mengalami sesak napas,” katanya.

Untuk Bolong dan Syahrul sendiri, kata Jimi, sementara menjadi daftar pencarian orang atau DPO Polsek Kemaraya. Pihaknya akan berusaha menghadirkan kedua pria ini guna menuntaskan perkara penikaman tersebut.

Penulis: Kamarudin
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...