sultra demo
Peneliti Sultra-Demo, Kiesman M Thalib, sosialisasikan pendidkan politik untuk generasi muda Kota Kendari di Hotel Kubra, Kamis 1 Desember 2016. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Sulawesi Tenggara Demokrasi Monitoring (Sultra-Demo) mengajak pemuda di Kota Kendari agar tidak golput pada Pemilihan Wali Kota Kendari 2017.

Peneliti Sultra-Demo, Kiesman M Thalib, mangatakan suara generasi muda sangat penting di Pilwali Kota Kendari. Sebab, jumlah pemilih pemula mencapai ribuan.

“Suara generasi muda sangat menentukan kemajuan daerah kita ini. Makanya kami ajak mereka untuk tidak golput nanti,” ujarnya usai menggelar diskusi di Hotel Kubra, Kamis 1 Desember 2016.

Menurut Kiesman, pemuda cenderung apriori dengan masalah politik. Padahal, suara mereka sangat menentukan masa depan Kota Kendari. Pemuda harus ikut memilih calon pemimpin yang dianggap layak memimpin Kota Kendari lima tahun ke depan.

“Mereka kadang malas untuk memilih. Buktinya, daftar pemilih sementara banyak pemuda yang tidak aktif untuk mengecek namanya. Malah orang tuanya yang laporkan atau kakaknya bahwa mereka belum masuk DPS,” katanya.

Kiesman menyebut angka golput di Kota Kendari cukup tinggi. Itu terlihat pada tingkat partisipasi masyarakat yang rendah pada saat Pileg dan pilpres kemarin.

Selain mengajak pemuda, Sultra-Demo ikut berharap kepada peran orang tua agar bisa mengingatkan anaknya untuk menyalurkan hak suara di Pilwali nanti.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo Kendari, Najib Husain, mengatakan posisi pemuda sangat strategis dalam pembangunan daerah.

“Diskusi pemuda soal Pilwali sangat penting. Saya harap mereka berperan dalam Pilkada ini,” katanya.

Menurutnya pemilih pemula kebanyakan dimobilisasi. Mereka tidak melihat figur yang dipilih karena kualitasnya tetapi hanya ikut-ikutan.

“Pemuda jangan memilih kucing dalam karung. Harus melihat dan mengetahui kualitas calon yang dipilih,” ujarnya.

Di mata Najib, pemuda di Kota Kendari kecenderungan politik sangat rendah dan acuh tak acuh. Indikasinya saat diadakan diskusi, yang hadir sangat sedikit.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...