ilustrasi suap
Ilustrasi. (KABARKENDARI/MUH. HAJAR SYIDDIQ)

Kabarkendari.com – Berkas perkara dua tersangka kasus suap CPNSD Bombana jalur K1 an K2, masing-masing, Dr Arman dan Syamsuriati telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara, namun pihak kepolisian yang menangani kasus ini belum melimpahkan kedua tersangka tersebut ke Kejati Sultra.

Sejatinya, sejak dua bulan setelah dinyatakan P21, kasus ini sudah masuk tahap dua atau penyerahan tersangka dan barang bukti untuk dilanjutkan ke tahap persidangan. Namun, hingga Jumat 07 Oktober 2016, tersangka dan barang bukti belum juga dilimpahkan.

Hal itu dibenarkan Humas Kejati Sultra, Janes Mamangkei SH, saat ditemui kabarkendari.com, Jumat 07 Oktober 2016. “Iya silakan tanya di kepolisian. Kami di sini sifatnya hanya menerima berkas, memeriksa berkas, sudah lengkap atau belum, lalu kita nyatakan P19 atau P21.”

“Setelah itu, kalau sudah P21, tugas penyidik kepolisian melakukan tahap II. Tapi sampai saat ini untuk perkara Dr. Arman dan Syamsuriati tidak pernah tahap II. Yah kami tidak tahu,” kata Janes di ruang kerjanya.

Sekadar mengingatkan, kasus suap ini menyeret lima tersangka, yakni, Kepala BKD Bombana Muh Ridwan beserta istri dan putrinya, masing-masing, Syamsuriati dan Febriati, dan pegawai Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Poltak Tambunan.

Namun hingga saat ini, baru tiga tersangka yang dilimpahkan ke kejaksaan, yakni, Muh Ridwan, Febriati, dan Poltak Tambunan. Sementara dua tersangka lainnya masih di pihak kepolisian.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Sub Bidang Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi Polda Sultra, Komisaris Polisi Dolfi Kumaseh, mengatakan, terkait ini dirinya masih akan melakukan koordinasi dengan penyidik Sub Direktorat III, Tindak Pidana Korupsi, Direktorat Reserse Kriminal Khusus. Pasalnya, Subdi III Tipikor yang menangani perkara ini.

“Saya hubungi dulu penyidiknya. Kalau memang sudah P21 harusnya sudah tahap II. Tapi kalau belum tahap II juga kan memang ada pertanyaan kenapa bisa. Tapi mungkin masih akan dimintai keterangannya dalam kasus ini,” singkatnya.

Penulis: Kamarudin
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...