bulog sultra
Kepala Divre Bulog Sultra, La Ode Amijaya Kamaluddin. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Stok beras yang tersedia di Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Sultra dipastikan masih aman hingga Maret 2017. Pihak Bulog menyebutkan, stok beras masih tersisa sebanyak 18.000 ton.

“Stok beras di Sultra saat ini bisa bertahan sampai bulan Maret 2017. Jadi posisi keamanan stok sangat kuat, saat ini yang tersedia masih ada 18.000 ton,” ujar Kepala Divre Bulog Sultra, La Ode Amijaya Kamaluddin, Jumat 16 September 2016.

Dia mengungkapkan, stok beras yang tersedia itu semua merupakan beras lokal Sultra, yakni beras Konawe dan Mekongga. Bahkan, kata Amijaya, bulan ini pihaknya menjual beras di Provinsi Gorontalo sebanyak 3.000 ton.

Amijaya membeberkan, surplus beras di Sultra makin tahun makin meningkat. Itu artinya, Sultra ke depan akan menjadi unggulan atau menjadi  pilar pangan di luar Jawa dan Sulawesi Selatan.

“Surplusnya secara pasti rata-rata pertahun itu 30.000 sampai 40.000 ton atau 8-15 persen, selebihnya sudah mekanisme pasar. Artinya kalau 40.000 ton itu katakan 10% berarti masih ada 90% dari 40.000 yang sudah diserap Bulog. Jadi potensi beras di Sultra per tahun isekitar 360.000 ton per tahun,” bebernya.

Dia memprediksi, untuk di luar Jawa, potensi pengembangan beras Sultra dalam beberapa tahun ke depan sudah bisa diandalkan secara nasional.

Menurut Amijaya, kualitas beras Sultra lebih bagus dan tak kalah bersaing dengan kualitas beras di daerah lain. Begitu juga harga. Bisa bersaing.

“Beras Sultra ini tahun-tahun sebelumnya diambil atau dibeli dari Sulawesi Selatan, kemudian dibranding lalu dikirim lagi ke Kendari. Kita yang punya beras, mereka yang punya nama,” katanya.

Penulis : La Ode Kasman
Editor  : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...