Kasus PT PLM
Petinggi PT PLM, Fahlawi Mujur Saleh, berjalan menuju ruangan pemeriksaan didampingi seorang jaksa di belakangnya. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Baru beberapa hari bebas dari Rumah Tahanan Klas IIA Kendari, Fahlawi Mujur Saleh kembali ditetapkan sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi dan pemalsuan data hasil produksi emas di PT Panca Logam Makmur (PLM).

Sebelumnya, Fahlawi Mujur Saleh, menangkan gugatan praperadilan melawan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara atas penetapan tersangka dan penahanan dirinya.

Penetapan tersangka ini dibenarkan oleh Kepala Humas Kejati Sultra, Janes Mamangkey, Rabu 09 November 2016 siang tadi. Walaupun menang pra peradilan namun tidak membuat kejaksaan berhenti menyidik Fahlawi Mujur Saleh. Sebab, gugatan praperadilan Fahlawi Mujur Saleh tidak dikabulkan semuanya.

BACA JUGA: Petinggi PT PLM Terancam Puluhan Tahun Penjara

“Ada kesalahan prosedur dalam penahanan dan penetapan tersangka. Makanya semacam dianulir oleh majels hakim PN Kendari. Tapi tidak jadi masalah, kita sudah menetapkan kembali fahlawi Mujur Saleh sebagai tersangka. Kami menunggu jawdwal pemeriksaannya saja,” kata Janes.

“Pasal yang disangkakan sama seperti semula. Tidak ada perubahan karena pengabulan praperadilan itu hanya kesalahan prosedur saja dalam menyidik tersangka. Pasti datanglah kalau kita panggil yah harus datang. Kalau tidak datang yah kita jemput paksa,” katanya.

Fahlawi Mujur Saleh dijerat Undang-Undang Korupsi nomor 30 tahun 1999 sebagai mana diubah dan ditambahkan dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001. Masa hukuman undang-undang ini adalah 20 tahun penjara dan paling lama seumur hidup.

“Kemungkinan ada penambahan tersangka. Kita tunggu pemeriksaan Pak Fahlawi Mujur Saleh dulu yah,” kata Janes.

Penulis : Kamarudin
Editor : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...