Kasubdit III AKBP La Ode Kadimu.
Kasubdit III AKBP La Ode Kadimu saat melakukan gelar kasus penangkapan narkoba. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Peredaran narkoba di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara atau Sultra kian menghawatirkan. Segala cara dilakukan para pelaku demi menggairahkan bisnis barang haram itu.  Terbaru, Minggu 21 Agustus 2016, aparat Polda Sultra berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba di Rutan Klas 2A Kendari yang dibawa melalui makanan siap saji.

Tiga pengedar narkoba yang diketahui bernama Abdul Raham alias Idul, Romi dan Taufik Sanjaya alias Opik ditangkap dalam kasus tersebut. Ketiga tersangka sudah mendekam dalam ruang sel tahanan Polda Sultra.

Kepala Sub Direktorat Reserse Narkoba atau Kasubdit III Polda Sultra, Ajun Komisaris Besar Polisi La Ode Kadimu, di hadapan awak media, Senin 22 Agustus 2016, mengungkapkan, penangkapan tiga pelaku narkoba itu bermula dari informasi bahwa akan ada kurir membawa narkoba jenis sabu ke dalam Rumah Tahanan atau Rutan Kendari melalui makanan. Dari informasi itu, aparat langsung bergerak melakukan langkah-langkah strategis.

Mereka pun dengan cepat mendatangi Rutan Kendari untuk mengamanakan lebih dahulu tempat kejadian penangkapan. Disaat bersamaan seorang kurir bernama Abdul Rahman alias Idul yang diketahui seorang mahasiswa di salah satu universitas ternama di Kendari terlihat membawa makanan jenis nasi dos dan ikan bakar.

Naasnya, saat diperiksa rupanya dalam makanan tersebut ada satu paket kecil narkoba berukuran 1/4 gram. Barang ini dibungkus dalam pipet kemudian dimasukkan dalam kepala ikan.

“Saat kami periksa tersangka tidak bisa bikin apa-apa. Dia pasrah bahwa memang akan menyelundupkan narkoba. Barang itu akan dibawa ke salah satu tahanan bernisial DG. Memang pemesan ini adalah tahanan narkoba juga,” tutur La Ode Kadimu.

Mantan Wakil Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Bombana ini mengatakan, setelah menangkap Abdul Rahman, pihaknya kemudian melakukan pengembangan. Tepat pukul 19.00 Wita malam hari pada Minggu 21 Agustus 2016, mereka mendapatkan informasi bahwa narkoba yang didapat dari Abdul Rahman berasal dari dua pelaku lain bernama Romi dan Taufik Sanjaya.

Malam itu juga, petugas langsung menuju ke Hotel Himalaya, salah satu hotel yang ada di daerah Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kendari.

“Disaat bersamaan kami langsung menangkap dua orang pelaku lain bernama Romi dan Taufik Sanjaya ini. Di dalam hotel itu mereka baru saja berkomunikasi terkait narkoba yang baru saja akan diselundupkan ke dalam Rutan Klas 2A Kendari melalui makanan,” jelasnya.

Di dalam kamar pelaku, polisi melakukan interogasi dan penggeledahan. Ditemukan beberapa barang bukti lain diantaranya beberapa paket sabu berukuran enam gram, uang Rp 1,9 juta, timbangan digital, pipet, bong, pireks, rokok, dan barang yang ada kaitannya dengan peredaran gelap narkoba.

Dari hasil interogasi, tutur La Ode Kadimu, rupanya Taufik Sanjaya dalah pemilik sekaligus pengedar narkoba, sementara Romi adalah pemesan kamar hotel yang dijadikan penginapan oleh para pelaku.

“Untuk pengedar itu Taufik Sanjaya, pemilik kamar Romi dan Abdul Rahman adalah kurirnya. Untuk barang bukti uang, ini adalah hasil dari penjualan narkoba, sementara bong dan pirek adalah alat yang dijadikan para pelaku untuk menggunakan narkoba. Jadi dari keterangan mereka juga sering menggunakan narkoba,” jelas La Ode Kadimu.

Saat ini, ketiga tersangka sudah ditetapkan tersangka pengedar narkoba. Ketiganya dijerat Pasal 132, 114, 112, 115 dan 116 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. “Ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksiman 20 tahun penjara,” tegasnya.

Penulis: Egi
Editor  : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...