warga kendari bawa badik
Ilustrasi. (INT)

Kabarkendari.com – Sudah tahu membawa senjata tajam itu merupakan tindak pidana dan bisa berujung penjara, dua warga Kota Kendari berinisial HE dan IN masih saja nekat.

Alhasil, HE dan IN harus berurusan dengan anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara.

Keduanya diamankan karena terjaring razia penyakit masyarakat, Kamis malam 15 Desember 2016. Saat diamankan, polisi mendapati senjata tajam jenis badik terselip di pinggang mereka.

Menurut Humas Polda Sultra, melalui Kasubbid PID Polda Sultra, Komisaris Polisi Dolfi Kumaseh, HE dan IN terjaring razia saat sedang duduk santai di wilayah Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia.

“Keduanya kini sementara diperiksa oleh penyidik di Subdit III Jatanras. HE dan IN ini sudah ditetapkan tersangka dan dijerat pasal yang diatur dalam Undang-Undang Darurat. Ancaman hukumannya sepuluh tahun penjara,” kata Dolfi melalui pesan singkatnya kepada Kabarkendari.com.

Operasi Pekat Anoa 2016 memang sedang digiatkan Polda Sultra dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang hari raya Natal dan tahun baru 2017.

Operasi ini diharapkan meminimalisir tindak kriminal atau penyakit masyarakat seperti pencurian, aksi premanisme, minuman keras serta kegiatan-kegiatan yang diduga dapat merugikan masyarakat.

“Operasi Pekat Anoa 2016 ini kita harapkan dapat meminimasili tidak kejahatan di masyarakat. Terutama di wilayah hukum Polda Sultra. Kegiatan seperti ini tidak hanya kami yang melakukan melainkan seluruh jajaran Polres,” jelasnya.

Dolfi pun mengungkapkan bahwa operasi pekat juga merupakan ajang sosialisasi Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang larangan membawa senjata tajam di tempat umum.

Sosialisasi itu dilakukan mengingat kebiasaan warga di Sultra ini membawa senjata tajam di tempat umum ditambah lagi dalam keadaan mabuk.

“Jika ada warga yang membawa sajam tanpa ada surat resmi maka melanggar undang-undang, itu bisa diancam hukuman 10 tahun penjara,” Dolfi mengingatkan.

Penulis: Kamarudin
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...