Korupsi Sultra
ILUSTRASI(INT)

Kabarkendari.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara menurunkan tim penyidik Tindak Pidana Korupsi untuk menindaklanjuti kasus dugaan korupsi percetakan sawah di Kabupaten Muna.

Tipikor Polda Sultra terpaksa menerjunkan tim ke Muna karena saksi yang akan diperiksa tidak bisa datang di Polda dengan alasan sakit. Selain memeriksa saksi, penyidik juga akan menelusuri dokumen terkait proyek itu.

“Melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan beberapa barang bukti. Penyidik sudah berada di Muna sejak Senin kemarin sesuai jadwal yang sudah disampaikan ke saya,” kata Kasubbid PID Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh, Selasa 7 Maret 2017.

Saksi yang akan diperiksa kata Dolfi diantaranya KPA dan Kelompok Tani selaku penerima sawah dari proyek tersebut. Untuk hasil pemeriksaan, sampai hari ini dirinya belum mendapatkannya karena penyidik tipikor juga belum melakukan koordinasi dengannya.

“Kalau untuk tersangka kemungkinan setelah pemeriksaan saksi-saksi di Muna. Nanti diinfokan lagi kelanjutannya,” jelasnya.

Dirinya mengungkapkan secepatnya kasus ini dituntaskan. Sekauh ini polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Ketiganya dijerat pasal Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagai mana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Penulis: Kamarudin
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...