Pembunuhan UHO
Kapolda SULTRA Brigjen Pol. Agung Sabar Santoso. (KABARKENDARI/Suwarjono)

Kabarkendari.com – Untuk mencegah kekisruhan pasca putusan Mahkamah Konstitusi tentang hasil Pemilukada Kabupaten Muna, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara menerjunkan satu kompi Brimob di Muna. Pasukan ini terdiri Pasukan Huru Hara, penjinak bom dan Intelejen.

Pasukan ini telah disiagakan sehari sebelum dilakukan pleno KPU Kabupaten Muna. Menurut Kepala Satuan Brimob Polda Sultra, Komisaris Besar Polisi Kasero Manggolo, permintaan pasukan sebelumnya telah diajukan Polres Muna.

BACA JUGA: Hidayatullah: Pembakaran Rumah Komisioner Diduga Rentetan Putusan MK

Lebih lanjut perwira polisi dengan tiga melati dipundak ini, pasukannya bersifat Bawa Kendali Operasi atau BKO. Sewaktu-waktu jika dibutuhkan lagi, kata Kasero, pihaknya akan kembali menurunkan pasukan.

“Yang terpenting Kabupaten Muna aman. Jadi pasukan ini sifatnya BKO untuk mengamankan Muna,” katanya.

Ia menjelaskan satu kompi pasukan itu berjumlah 125 personil. Semuanya dibekali kemampuan tersendiri dalam melakukan proses pengamanan.

“Semuanya sudah menjalani proses latihan dari jauh-jauh hari. Memang ini merupakan bagian dari tugas kami sebagai anggota, terdepan dalam melakukan proses pengamanan,” imbuhnya.

Selain menerjunkan satu kompi Brimob, Polda Sultra juga telah menurunkan tim untuk menyelidiki peristiwa terbakarnya rumah dua komisioner KPU Kabupaten Muna, Andi Arwin dan LM Amin Rambega. Rumah Andi Arwin dan LM Amin Rambega terbakar pada Senin dinihari sekira pukul 02.30 Wita. Diduga, peristiwa ini berkaitan dengan Pemilukada di daerah tersebut.

Penulis : Egi
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...