Nur Alam di Pulau Bokori
Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam saat berada di Pulau Bokori di sela-sela peringatan HUT ke-71 kemerdekaan Republik Indonesia. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, HM Saleh Lasata, menegaskan bahwa Nur Alam Masih memegang kendali Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Meski Nur Alam ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi KPK, orang nomor satu di Sultra itu masih berkantor.

“Siapa yang bilang bahwa bukan beliau lagi? Masih beliau yang kendalikan pemerintahan di Sultra,” tegas Saleh Lasata di gedung DPRD Sultra, Senin 19 September 2016.

“Beliau itu hanya kurang sehat saja. Soal pekerjaan, kita bagi-bagi. Yang anda rasakan sekarang bagaimana? Masih biasa saja,” ujarnya.

Saleh memastikan, satuan kerja pemerintahan daerah atau SKPD maupun pembahasan anggaran bersama Dewan tidak terganggu.

“Semua pemerintahan jalan semua. SKPD juga biasa saja,” katanya.

KPK telah menetapkan Nur Alam sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian izin usaha pertambangan PT Anugrah Harisma Barakah atau AHB di Bombana dan Buton. Nur Alam atas dugaan penyalahgunaan wewenang karena diduga menerima imbalan uang atau kick back dari seorang pengusaha luar negeri.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman
EditorĀ  : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...