Warga Kendari Dibekuk Saat Jemput Narkoba di Pangkalan Bus
Herman digelandang aparat Polsek Kemaraya. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIA Kendari kembali disebut sebagai pusat kendali peredaran narkoba di wilayah Sulawesi Tenggara. Seorang narapidana bernisial NM diduga masih mengendalikan penjualan barang haram itu.

Hal ini diketahui usai Kepolisian Sektor Kemaraya dan Intel Brimob Polda Sultra menangkap seorang kurir narkoba bernama Herman, Minggu 02 Oktober 2016. Herman ditangkap saat hendak menjemput paket narkoba di sebuah pangkalan bus di Kota Kendari.

Saat polisi menginterogasi Herman, ia mengaku diperintah NM melalui komunikasi telepon seluler. Nama NM tidak asing lagi di internal kepolisian. Pasalnya, NM yang diketahui narapidana Rutan Kelas IIA Kendari sempat disebut-sebut terlibat dalam kasus pengungkapan jaringan pengendalian Polsek Mandonga, beberapa waktu lalu.

Saat itu, Polsek Mandonga menangkap lima kurir narkoba. Para tersangka menyebut disuruh oleh NM dari rutan melalui komunikasi telepon.

“NM ini adalah narapidana di Rutan Klas 2A Kendari. NM menyuruh tersangka Herman untuk menjemput narkoba di bus Bintang Selamat. Komunikasi lewat telephone,” kata Kepala Polsek Kemaraya Inspektur Polisi Satu, Jimi Fernando.

Menurut Jimi, saat ini pihaknya masih menyelidiki keterlibatan NM. Pihaknya sudah menyita ponsel milik Herman yang dijadikan alat komunikasi.

“Kesulitannya, untuk membuktikan keterangan ini belum bisa. Karena bukti-buktinya pasti sudah disembunyikan. Tapi kami akan tetap memanggil NM nantinya jika kita perlukan keterangannya,” jelasnya.

Untuk diketahui, Herman ditangkap Minggu 02 September 2016, pukul 18.30 Wita. Kala itu, Herman dihubungi temannya yang berada dalam Rutan Klas 2A Kendari bernisial NM, untuk menjemput boks berisi narkoba di bus Bintang Selamat. Namun komunikasi antara MN dan Herman diketahui oleh anggota kepolisian baik Intel Brigade Mobile atau Brimob dan Kepolisian Sektor Kemaraya.

Saat Herman menuju pangkalan bus Bintang Selamat, tidak lama kemudian kepolisian juga sudah berada di tempat kejadian perkara. Diungkapkan Kepala Polsek Kemaraya, Inspektur Polisi Satu Jimi Fernando, saat penangkapan sekitar pukul 17.00 Wita dirinya bersama anggotanya dan anggota Intelmob belum melihat Herman.

“Nanti setelah pukul 18.30 Wita, kami melihat Herman memasuki pangkalan bus Bintang Selamat. Tidak lama kemudian, setelah tersangka Herman memegang boks berisi narkoba itu kami langsung melakukan penggerebekan,” cerita Jimi.

Penulis : Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...