KM Teluk Sabrina
KM Teluk Sabrina Memuat 491 Penumpang sedang dievakuasi pihak Basarnas. (KABARKENDARI/Suwarjono)

KabarKendari.com – KN Pacitan akhirnya berhasil mengevakuasi seluruh penumpang dan ABK KM Teluk Sabrina GT 194 ke Pelabuhan Bobong-Taliabo, Maluku Utara, Rabu 27 Juli 2016.

Rupanya, jumlah penumpang mencapai 491 orang sementara data di manifes hanya 74 penumpang dan 16 ABK.

Kepala Basarnas, Amiruddin, mengatakan KN Pacitan akan tiba di Kendari membawa sebagian penumpang KM Teluk Sabrina.

KN Pacitan terpaksa mengambil jalan pintas mengarah ke Pelabuhan Bobong-Taliabo, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, karena lokasi itu paling dekat dengan tempat KM Teluk Sabrina yang mengalami patah kemudi setelah diombak setinggi 3 meter menghantam kapal motor tersebut di Perairan Menui.

“Kami sudah mengevakuasi seluruh penumpang dan ABK KM Teluk Sabrina dan sekitar pukul 07.00 Wita tadi pagi mereka sudah berada didaratan,” kata Amiruddin.

Pihak Basarnas Kendari sempat kaget saat mengetahui jumlah penumpang yang berada di dalam kapal motor itu sebanyak 491 orang, padahal sesuai dengan manifes hanya 74 penumpang dan 16 orang ABK.

Rupanya, KM Teluk Sabrina memuat penumpang yang tidak memiliki tiket saat berada di Pelabuhan Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Tidak sampai disitu, KM Teluk Sabrina ternyata sempat menghampiri dibeberapa kapal motor yang memiliki GT kecil yang diprediksi tidak bisa menembus ombak setinggi 3 meter dan menaikkan seluruh penumpangnya di atas kapal motor itu mencapai 491 orang.

Baca Juga: Ombak Tiga Meter Patahkan Kemudi KM Teluk Sabrina

Amiruddin menjelaskan KM Teluk Sabrina ditarik dengan KN Pacitan dengan jarak yang ditentukan menuju Pelabuhan Bobong-Maluku Utara.

Namun sebelumnya tim rescuer Basarnas Kendari mengevakuasi beberapa penumpang yang berada di atas KM Teluk Sabrina, agar bobot menarik lebih ringan.

Posisi saat itu lanjut Kepala Basarnas Kendari, KN Pacitan tidak bisa mendekati KM Teluk Sabrina karena dikhawatirkan kedua kapal saling bergesekan dan menimbulkan masalah lain.

“Kami sudah menghitung antara tinggi ombak dengan jarak KN Pacitan dan KM Teluk Sabrina, jika kami paksakan evakuasi seluruh penumpang maka bisa terjadi benturan dan kami menutuskan untuk menarik kapal motor saja,” terangnya.

Basarnas Kendari akan berkoordinasi ke instansi terkait yang memiliki tanggungjawab perjalanan kapal motor antar pulau yang ada di Sulawesi Tenggara untuk tidak memberangkatkan kapal yang melebihi muatan.

Penulis: Gendis

Facebook Comments
loading...