Kebakaran di kendari
Rumah milik pegawai Puskesmas Poasia di BTN Rezky 3 Kelurahan Anggoeya, Poasia, Kendari, terbakar. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Satu unit rumah milik pegawai Puskemas Poasia, Kendari, Sulawesi Tenggara, tepatnya di BTN Resky 3, Anggoeya, Rabu 3 Agustus 2016, ludes terbakar.

Saat kejadian, sekira pukul 10.30 Wita, pemilik rumah, Sriwati S.Kep tidak berada di tempat. Sriwati sedang bertugas di kantor dimana ia bekerja.

Insiden ini diduga akibat arus pendek listrik yang tersambung di rumahnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas ini. Kerugian ditaksir mencapai Rp 150 juta rupiah.

Menurut keterangan saksi bernama Herlina yang tidak lain adalah tetangga korban menceritakan, saat kejadain, Herlina masih berada dalam rumahnya.

Ia mendengar ada letusan dari dapur rumah korban. Tidak lama kemudian Herlina keluar untuk memastikan letusan tersebut, ternyata rumah Sriwati sudah dilalap api.

“Pas saya keluar, ternyata ada api. Saya langsung minta tolong sama tetangga. Sempat ada upaya pemadaman, hanya apinya juga tambah besar,” kata Herlina di tempat kejadian perkara.

Herlina sempat menelpon Sriwati yang sementara bertugas di Puskesmas Poasia yang berjarak sekitar 1 kilometer dari tempat kejadian.

Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api secara manual karena nomor telepon kepolisian dan pemadam kebakaran tidak diketahui oleh warga.
Nanti ada salah seorang warga yang menghubungi keluarganya yang bertugas di Polres Kendari dan secara bersamaan pemadam kebakaran juga datang.

Tiga unit mobil pemadam kebakaran milik pemerintah Kota Kendari dikerahkan ke lokasi. Butuh waktu sekitar 1 jam untuk menjinakkan api.

Korban yang diwawancarai mengungkapkan, dirinya menduga api berasal dari korsleting listrik. “Karena saya tidak menyalakan kompor sejak tadi malam,” katanya.

Sementara itu pihak Kepolisian Sektor Poasia sudah memberi police line. Kepala Kepolisian Sektor Poasia, Komisaris Polisi Dulyamin, mengaku, pihaknya sedang melakukan olah TKP untuk mengungkap penyebab kebakaran.

“Dugaan sementara akibat arus pendek. Korsleting. Namun kami akan terus melakukan penyelidikan dan meminta keterangan korban,” ujar Dulyamin.

Penulis : Egi
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...