KPU Muna
Staf KPU Kabupaten Muna mengatur kotak suara yang berisi surat suara di Kantor KPU, Kota Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Rabu (2/3). Akibat perselisihan hasil pemilihan kepala daerah (PHP Kada) di Kabupaten Muna maka Mahkamah Konstitusi (MK) meminta KPUD Muna untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tiga TPS yaitu TPS 4 Kelurahan Raha 1, TPS 4 Kelurahan Wamponiki, TPS 1 Desa Marobo dan dilaksanakan paling lambat tanggal 23 Maret 2016. (KABARKENDARI/Suwarjono)

Kabarkendari.com – Sebelum pleno penetapan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Muna Tahun 2015 sampai 2021, pada 1 Agustus 2016 sekira pukul 02.30 Wita terjadi kebakaran dua rumah komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah atau KPU Kabupaten Muna yaitu Andi Arwin dan LM Amin Rambega. Sampai saat ini pihak kepolisian belum mengetahui penyebab pastinya.

BACA JUGA: Rusman: Kontestasi Politik Sudah Selesai, Hentikan Provokasi!

Kepala Sub Bidang Penerangan, Informasi dan Dokumentasi Kepolisian Daerah atau Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh, mengatakan dari olah tempat kejadian perkara sumber api berasal dari dalam kamar Andi Arwin karena dari saksi yang berada didalam rumah itu menuturkan jika dirinya sempat mengintip di kamar satu unit lemari dan meja kerja serta tempat tidur telah dilalap si jago merah dan menjalar ke beberapa ruangan lainnya. “Saksi mata bernama Jumadin, terbangun karena mencium bau asap dari dalam rumah dan bergegas mencari tahu asalnya dan ternyata berasal dari kamar Andi Arwin,” kata Dolfi.

Saat rumah itu terbakar, rupanya ada seorang balita bernama Izat yang berusia empat tahun dalam kepungan asap. Untung saja Jumadin mendapati anak itu dan membawanya keluar dari rumah. Karena mendengar teriakan Jumadin, puluhan warga langsung mendatangi lokasi kejadian dan berusaha memadamkan api yang sudah menjilat diisi rumah.
Sekira pukul 03.45 Wita tim pemadam kebakaran Kabupaten Muna dan membantu memadamkan api.

Kejadian serupa terjadi dialami Ketua KPU Muna LM Amin Rambega, hampir seisi rumah terbakar namun istrinya cepat meminta pertolongan kepada warga untuk membantu memadamkan api yang membakar bagian dapur. “Personil Polres Muna masih melakukan olah tempat kejadian perkara, hasilnya nanti kami kabarkan,” ungkapnya.

Kasus ini masih dalam penyelidikan ada kaitannya dengan politik yang terjadi di Kabupaten Muna atau tidak. Pihak kepolisian saat ini sudah berkoordinasi dengan tim Pusat labolatarium forensik, Makassar, untuk memastikan penyebab terbakarnya rumah korban.

Dolfi menegaskan jika pihaknya memprediksi tidak ada kaitannya dengan kegiatan pleno penetapan Bupati dan Wakil Bupati Muna, terpilih. “Saya menyampaikan agar masyarakat Muna bisa menjaga keadaan kamtibmas dengan baik dan jangan mudah terprovokasi,” tuturnya.

Penulis : Egi
Editor : Gendis

Facebook Comments
loading...