Ridwan Bae
Anggota DPR RI, Ridwan Bae. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI, Ridwan Bae, menyebut mantan Penjabat Bupati Muna Barat, LM Rajiun, tidak jujur soal anggaran di Muna Barat.

Menurut Ridwan, harus diketahui bahwa dirinyalah yang letakan Mubar dan Buton Utara hingga mekar. Muna secara utuh, dirancang bukan tanpa tujuan.

“Muna minus sumber daya alam, untuk memecah kemiskinan dan mempercepat laju pembangunan maka dilakukan dengan pemekaran. Sebenarnya Muna tidak perlu mekar seandainya SDA tinggi,” jelasnya saat ditemui di Kantor DPD Golkar Sultra, Sabtu 3 Desember 2016.

Saat menjabat sebagai Bupati Muna, sebut Ridwan, anggaran pertama untuk pembangunan hanya Rp 1,7 miliar. Di akhir masa jabatannya, anggaran pembangunan sekitar Rp 150 miliar.

“Yang kita sayangkan di Mubar adalah disaat saya berada di DPR RI, saya ikut perjuangkan anggaran. Tapi, Rajiun tidak mengakui itu. Ada tidak kejujuran Rajiun, tidak pernah ceritakan bahwa yang mendorong turunnya anggaran dari saya sampai Rp 280 miliar melalui dana alokasi khusus (DAK),” ujarnya

Ridwan mengaku, tidak minta dipuji upayanya itu. Tapi minimal, kerjanya selama di senayan bisa diketahui rakyat Sultra.

“Saya juga sudah berbuat banyak untuk di Muna Barat,” ungkit Ridwan.

Setelah sukses menurunkan anggaran, sebut Ridwan, ternyata Rajiun menggunakan anggaran tidak sesuai yang kita harapkan.

“Jalan yang ada di sana tidak sesuai kualitas bagus. Saya sudah koordinasi dengan BPK. Kalau dibiarkan, kepentingan kita tidak tercapai,” paparnya.

“Tentu bukan hanya Muna Barat, di wilayah Sultra juga akan dikontrol. Kita tidak cari salah, tapi pelaksanaan DAK harus benar,” tambahnya.

Ridwan menuturkan, diera kepemimpinan Rajiun sebagai Pj Bupati sangat mengecewakan. Kualitas jalan yang dibangun tidak sesuai yang diharapkan.

“Semoga ini bukan cara untuk meraup keuntungan besar, kalau ini suatu terencana dan memberi pada pengusaha tidak profesional, tidak mengenal mutu, maka ini kesalahan. Mudah-mudahan BPK segera bertindak,” tuturnya.

Menanggapi pernyataan Ridwan ini, tim pemenangan Rajiun, Wahyudin Ado menuding bahwa Ridwan lah yang tidak jujur.

“Ridwan Bae sebenarnya yang tidak jujur soal dana yang masuk di Mubar 2015 dan 2016. Itu semua tahu punya mekanisme dan di pusat juga sudah memporsikan baik dalam bentuk DAK dan DAU. Klaim Ridwan soal DAK tambahan 2015 adalah hasil lobinya sekali lagi itu bohong besar,” katanya.

Kalau pun betul itu adalah hasil lobinya, Wahyudin menyebut itu sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat Mubar atau Sultra di DPR RI.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...