Pemilik Swalayan Nana Jaya, Hendrawan Sumus
Hendrawan Sumus. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Owner Swalayan Nana Jaya, Hendrawan Sumus, tidak menyangka kariernya dalam dunia usaha dagang meroket seperti sekarang ini. Dengan modal ilmu dagang yang ditularkan kedua orangtuanya, Hendrawan kini menjadi pengusaha lokal inspirasi kaum muda.

Hendrawan mulai mencoba keberuntungan menjadi pedagang kaki lima di Pasar Baru Wuawua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara pada 2007. Kala itu usianya baru 23 tahun. Sayang, saat karier dagangnya mulai menanjak, bencana kebakaran melanda Pasar Baru Wuawua pada 2010 lalu.

Tidak menyerah, pria yang kini berusia 32 tahun tetap berjualan di atas puing atau sisa reruntuhan bangunan selama satu tahun. Pada tahun 2011, Hendrawan pindah ke Jalan HEA Mokodompit depan Kampus Baru UHO Kecamatan Kambu.

Berbekal rumah papan yang sangat sederhana, ayah dari tiga anak ini menjual sembilan bahan pokok. Dua tahun berjalan atau tepat pada 2013, ia kembali mendapat musibah, kali ini banjir melanda sebagian besar Kota Kendari. Jualannya rusak terendam banjir.

Dengan penghasilan yang diperoleh selama ini, Hendrawan mulai berpikir untuk memperluas usahanya dengan membuka cabang di Lepolepo. Di sana ia membeli satu unit rumah toko.

Pada Oktober 2013, Hendrawan membangun swalayan di samping rumah papan yang selama ini ditinggali sekaligus sebagai tempat berjualan. Swalayan tersebut bernama Nana Jaya yang diambil dari singkatan nama dua anaknya, Nabila dan Najwa.

Meski dia tidak mau menyebut omzet dari dua swalayan, namun ia memastikan hasilnya yang didapat setiap hari cukup lumayan. Hasilnya, Hendrawan akan kembali membuka cabang baru, dua di Pasar Kota dan satu di Pasar Wuwua.

“Ilmu dagang saya dapat dari orangtua, sejak saya lahir orangtua saya sudah jualan beras di Pasar Kota. Pada 1992 orangtua pindah di Wuawua jual sembako, jadi kelas III SD saya sudah mulai membantu orangtua jualan,” ujar suami Muliani ini.

Kunci dari keberhasilan Hendrawan tidak lepas dari kemauan, keberanian, kerja keras, target dan yang paling penting adalah kejujuran.

“Mimpi sukses ada tapi tidak menyangka secepat ini. Karena ketika saya berjualan pada tahun 2007, saya membayangkan bisa mencapai kesuksesan ini pada tahun 2027 mendatang,” kata Hendrawan.

Kesuksesan yang diraihnya itu tidak lepas dari doa kedua orangtua dan istrinya. Dengan kesuksesan yang kini diraih, Hendrawan hanya patut bersyukur kepada Tuhan. Dan kesuksesan yang tercapai dianggap biasa saja dan tidak ada yang istimewa, karena hal itu buah kerja ketas dan doa dari keluarga tercintanya.

Hendrawan merasa senang jika kesuksesannya ini menjadi cambuk dan motivasi bagi orang lain. Bahkan, pria yang sering terlibat kegiatan sosial ini siap melayani orang lain untuk berdiskusi menularkan ilmu dagangnya.

“Saya justru akan senang bila banyak orang termotivasi karena saya. Dan saya sudah buktikan, sudah banyak sekali wirausaha muda yang sukses karena termotivasi dari saya. Karena saya sering melakukan seminar untuk membangkitkan ekonomi wirausaha muda,” tuntas Hendrawan.

Penulis: La Ode Kasman
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...