Paspampres Wakatobi
Praka Santo, Paspampres dari Wakatobi. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Tidak ada yang bisa menebak nasib setiap orang. Alquran pun sudah mengatakan bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum kalau bukan kaum itu sendiri yang bisa mengubah nasibnya. Nasib bisa berubah selama ada niat, sabar dan semangat pantang mundur.

Seperti itulah sebait kisah Praka Santo. Dulunya pernah mengejar duit di bawah terik matahari dan guyuran hujan sebagai tukang ojek, kini berada di lingkaran 1 Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Sebelum menjadi orang kepercayaan Presiden, pria asal Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara ini pernah melalui jalan hidup yang pahit.

Setelah tamat SMA pada 2005 dia menganggur karena tak ada pekerjaan. Nanti pada 2007, dia rela mengadu nasib ke kampung orang, Medan, Sumatera Utara.

Di tengah menikmati hidup tanpa pekerjaan, kabar baik datang. Institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) membuka peluang bagi pemuda Indonesia untuk tes seleksi Bintara.

Bermodalkan badan yang mendukung, Santo tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Pria kelahiran Taou, 24 April 1987 ini ikut tes seleksi TNI di Kodam 1 Bukit Barisan Medan, Sumut, dan akhirnya lulus.

“Daftar TNI 2007, aktif 2008 dengan kecabangan Polisi Militer Angkatan Darat. Setelah itu masuk Paspampres hingga sekarang,” ujarnya saat chating santai melalui pesan messenger, Selasa 20 Desember 2016.

Putra kedua dari lima bersaudara dari bapak La Hurli dan ibunya Wa Ode Murtina ini, kini masuk di Grup A Paspampres khusus pengamanan Presiden Jokowi dan keluarganya. “Alhamdulillah dari pulau kecil tapi bisa deket sama orang-orang penting di negara kita,” katanya sedikit bercanda.

Santo tidak menyangka akan bisa menjadi ring 1 Presiden Jokowi. Bahkan, setiap kegiatan kunjungan, Santo selalu berada di belakang mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Terakhir, Santo sempat terekam kamera televisi saat mengawal Jokowi di Stadion Pakansari Bogor pada laga semifinal Piala AFF Suzuki Cup yang mempertemukan Timnas vs Vietnam.

Keberadaan Santo di belakang orang nomor satu di negeri ini, diabadikan oleh warga Sultra Daulat yang kebetulan keluarganya sendiri. Foto itu, menjadi viral di salah satu grub media sosial.

Santo mengaku, banyak suka duka selama jadi Paspampres. Terlebih bisa berbicara langsung dengan pemimpin negara. “Banyak sih pengalaman menarik apabila ngawal blusukan atau jalan santai pada hari libur,” ujarnya.

Suami Marni SKep Ners ini mengaku senang bisa menjadi orang pilihan dan bergabung dengan prajurit dari berbagai suku. “Mulai dari Sabang sampai Merauke ada di Paspampres. Saya bisa mengikuti kegiatan Bapak Presiden dimana saja,” katanya.

Tugas mereka di Grup A, jelas Santo menjadi pengamanan jarak dekat. Tentunya, harus mengutamakan kenyamanan obyek tapi unsur keamanan jadi prioritas. “Sesuai dengan moto Paspampres “setia waspada”,” katanya.

Biodata Singkat:

Nama           : Praka Santo
TTL              : Taou, 24 April 1987
Orang Tua   : La Hurli dan ibu Wa Ode Murtina
Istri              : Marni, S.Kep.Ners
Pendidikan  : – SDN Peropa

– SMPN 3 Kaledupa

– SMAN 1 Kaledupa

Masuk Paspampres tahun 2008

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...