Prof La Rianda
Prof La Rianda. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara akan melakukan banding atas putusan pengadilan yang memerintahkan kampus tersebut mengembalikan jabatan Profesor La Rianda sebagai Wakil Rektor I.

Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) Kendari dinilai mengabaikan semua fakta hukum yang terungkap dipersidangan, dan pertimbangan hukum tersebut tidak sesuai dengan prinsip pemerintahan yang baik.

“Alasan tim kuasa hukum Rektor UHO mengajukan banding karena ada beberapa fakta hukum yang terungkap dipersidangan telah diabaikan oleh Ketua Majelis Hakim dan Hakim anggota I. Selain itu juga dijumpai kejanggalan yang ada dalam pertimbangan hukum dalam putusan,” ujar Kasubbag Humas UHO Kendari Maulid, Jumat 10 Maret 2017.

Pada prinsipnya, kata dia, pihak UHO menghargai putusan hakim meskipun terjadi perbedaan pendapat antara hakim. Dimana ketua majelis dan hakim anggota I mengabulkan gugatan, sedangkan hakim anggota II menolak gugatan.

“Hakim anggota II mempunyai pendapat yang berbeda (dissenting oppinion) dengan ketua majelis hakim dan hakim anggota I,” ungkapnya.

Maulid mengungkapkan, tim kuasa hukum rektor UHO menilai dissenting oppinion hakim anggota II telah sesuai dengan fakta persidangan bahwa Proses pemberhentian Prof La Rianda sebagai wakil rektor bidang akademik telah sesuai dengan asas kepastian hukum, asas kemanfaatan, asas ketidakberpihakan, asas kecermatan, asas tidak menyalahgunakan kewenangan, asas keterbukaan, asas kepentingan umum dan asas pelayanan yang baik.

Dibeberkan, proses pemberhentian tersebut melalui rapat pimpinan terbatas yang dipimpin langsung rektor saat itu, Usman Rianse, yang melibatkan semua pihak terkait di UHO. Tindakan Usman Rianse menerbitkan Keputusan Rektor Universitas Halu Oleo Nomor: 1623/UN29/SK/KP/2016 tentang Pemberhentian Prof La Rianda, bukanlah atas kepentingan atau tendensi pribadi rector.

“Akan tetapi Prof La Rianda kurang lebih sembilan bulan tidak optimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya membantu rektor dalam memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” sambungnya.

Bahkan, beber Maulid, Prof La Rianda tidak pernah berkomunikasi dengan rektor meskipun telah dilakukan upaya komunikasi kontak person melalui pesan singkat short massage service atau SMS, dan teguran tertulis secara resmi.

Sehingga dengan demikian, Rektor UHO Kendari Prof Usman Rianse menyadari sepenuhnya bahwa tidak mungkin kondisi tersebut tetap dipertahankan. Tetapi tugas-tugas wakil rektor bidang akademik UHO segera diberikan dan dikerjakan orang yang mampu dan bertanggung jawab.

“Berdasarkan masukan, pandangan dan pertimbangan dari peserta rapat pimpinan terbatas, Rektor UHO Kendari Prof Usman Rianse memberikan kesimpulan akhir bahwa terhitung mulai tanggal 21 November 2016 menonaktifkan Prof La Rianda dari jabatannya sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik UHO Kendari,” tuntas Maulid.

Penulis: La Ode Kasman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...