tambang ilegal
Ilustrasi. (INT)

Kabarkendari.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara saat ini sedang menyelidiki kasus pencurian Ore Nikel milik PT Antam Tbk. Perusahaan milik BUMN itu menduga Ore Nikel itu diambil tanpa izin oleh dua perusahaan yaitu PT Wanagon Anoa Indonesia (WAI) dan PT Kabaena Kromit Prathama (KKP).

Kasubbid PID Polda Sultra Komisaris Polisi Dolfi Kumaseh, menjelaskan pada 10 November 2016 pihak PT Antam Tbk telah resmi melaporkan kejadian yang dialami dan laporan tersebut bernomor LP/414/X/2016/SPKT Polda Sultra.

Kasus ini telah ditangani penyidik Direktorat Kriminal Umum dan sudah memeriksa beberapa saksi. Pihak terlapor yaitu PT WAI dan PT KKP telah diperiksa namun perkembangan pemeriksaan belum dibeberkan.

BACA JUGA: Workshop CSR Hanya Dihadiri Staf Perusahaan, Ketua DPRD Sultra Kesal

“Dugaan pencurian itu terjadi karena adanya Izin Usaha Pertambangan atau IUP yang dimilik oleh PT Antam dan PT WAI dan PT KKP itu dilokasi lahan yang sama. Dalam artian yah tumpang tindih IUP,” kata Dolfi.

Pemeriksaan saat ini kata Dolfi, masih memeriksan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra selalu instansi yang berwewenang memberikan keterangan soal IUP. Penyidik Polda Sultra belum meyimpulkan, apakah PT WAI dan PT KPP memang melakukan pelanggaran hokum atau tidak. Tuding menuding siapa yang salah dalam kasus ini pun terjadi, namun hal itu dianggap wajar karena mungkin masing-masing memiliki dokumen.

Dolfi menambahkan jika kasus ini akan mengarah ke perdata maka akan diberikan dulu ke PTUN untuk menguji keafsahan IUP. “Kita lihat keputusan penyelidikannya. Untuk hasil pemeriksaan ESDM, saya belum bisa jelaskan karena penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi tambahan,” ungkap, Dolfi.

Penulis : Kamarudin
Edito :Suwarjono

Facebook Comments
loading...