Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos. (KABARKENDARI/Egi)

Kabarkendari.com – Bidang Propam Polda Sulawesi Tenggara langsung melakukan pemeriksaan terhadap Bripka A, oknum anggota Polres Muna yang menembak La Ode Sihu, seorang nelayan asal Kecamatan Tampo, hingga meregang nyawa. Propam melakukan langkah itu, guna memberikan hukuman kepada Bripka A.

Kapolres Muna AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga mengatakan Bripka A kini sudah diamankan di Polres Muna untuk di mintai keterangannya. Kata Agung Ramos penyidik Propam Polda Sultra dan anggotanya sedang mendalami kasus itu untuk mengetahui kronologis pasti penembakan.

“Sekarang kami masih dalami. Ada tim yang turun ke sana baik dari polda dan polres. Kalau pelaku melanggar SOP kita akan kenakan sanksi tegas atau di pecat. Nanti kita lihat dulu,” tegasnya.

Agung Ramos menjelaskan berdasarkan keterangan Bripka A, penembakan itu bukan disengaja untuk melakukan pembunuha, melainkan mencoba melumpuhkan korban La Ode Sihu yang diduga pelaku penyelundupan bahan bakar minyak (BBM). Dari kapal ferry ke kapal korban.

Melihat korban melakukan hal itu katanya, Bripka A sempat memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali untuk menghentikan perbuatan tersebut. Namun tidak diindahkan maka Bripka A memberikan tindakan tegas. Namun hal ini kata Agung Ramos tetap akan diselidiki kebenarannya.

“Awalnya kata anggota diduga ada transaksi BBM ilegal jadi pihak dari Polsek Tampo yang piket menindak lanjuti laporan informasi tersebut. Kemudian melihat perahu milik korban menempel di kapal fery. Tapi itu keterangan Bripka A semata, kami akan dalami dan tetap ini harus diproses,” janjinya.

Ditanya apakah setelah penembakan polisi melihat BBM di perahu korban? Agung Ramos langsung mengalihkan wawancara. Dia tidak mau mengomentari pertanyaan tersebut. Katanya ia masih menunggu keterangan dari tim infestigasi oleh anggotanya dan Polda Sultra.

“Itu dia sekarang tim masih berada di TKP untuk olah TKP,” singkatnya.

Untuk diketahui, korban La Ode Sihu ditembak oleh Bripka A, persis di samping kapal KM Rumbia, kapal yang melayani penyeberangan Tampo-Torobulu. Pelaku penembakan setelah melakukan hal itu kemudian membawa korban di Puskesmas Tampo. Namun nyawa korban tidak bisa tertolong.

Penulis: Muh. Syukur
Editor: Kamarudin

Facebook Comments
loading...