Unsultra
Rektor Unsultra, Profesor Andi Bahrun. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Profesor Andi Bahrun mengajak semua civitas akademika Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari agar tidak berspekulasi dan bermanuver menanggapi penghentian tahapan Pilrek oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti).

“Tentu kita harapkan tidak usah dulu banyak spekulasi dan manuver dari civitas akademika UHO yang bisa berpotensi merusak suasana kebersamaan kita sebagai keluarga besar UHO,” ujar Profesor Andi Bahrun, Kamis 10 November 2016.

BACA JUGA: Profesor Andi Bahrun: Pilrek UHO Terlalu Didramatisir

Karena, menurut dia, seluruh akademika merupakan keluarga besar. Selain itu, UHO juga sebagai tempat berkumpul cendekia, ilmuwan, serta para mahasiswa calon intelektual dan pemimpin masa depan, maka mestinya memberikan contoh yang terbaik bagi masyarakat.

“Meskipun kita terjadi perbedaan tetapi tetap kita menghargai dan menjunjung tinggi aturan yang berlaku serta nilai-nilai etika dan moral. Kita bersyukur kampus kita sejak beberapa tahun terakhir ini kondusif, kita rasakan itu, jangan sampai rusak lagi,” imbuh guru besar UHO Kendari ini.

Profesor Andi Bahrun mengatakan, UHO telah membumikan pendidikan karakter untuk mahasiswa baru, ESQ untuk alumni, staf dan pejabat. Sehingga, sudah selayaknya dan sewajarnya mengikuti apa yang telah didapat dari hal tersebut.

“Harusnya pendidikan karakter dan ESQ tercermin di dalam pergaulan kita di kampus, di dalam kita berinteraksi dengan sesama dosen, berinteraksi dengan mahasiswa dan berinteraksi dengan masyarakat, sehingga harusnya UHO menjadi pilot project percontohan dalam segala hal,” kata Rektor Universitas Sulawesi Tenggara.

“Karena kita ini narasumber ketika ada seminar, menjadi narasumber ketika ada kegiatan pelatihan, kita menjadi konsultan ketika pilkada, kita menjadi panelus, kita menjadi fit and proper test para calon pemimpin. Sehingga harusnya proses demokrasi kita itu menyejukkan dan memberi contoh,” tandasnya.

BACA JUGA: Prof Andi Bahrun: Pilrek UHO Harus dalam Suasana Harmonis

Menurut Profesor Andi Bahrun, perbedaan dalam pilrek merupakan hal biasa. Ia meyakini suatu waktu akan ada ikhtiar dari kampus untuk merakit dan merajut persatuan, meski sebenarnya persatuan itu masih terlihat.

“Dalam menyambut pemilihan rektor UHO kedepan, agar betul-betul suasana kebatinannya dengan damai dalam suasana kekeluargaan. Sehingga betul-betul mendapatkan citra yang baik di mata publik dan Kemristekdikti,” tuntas Profesor yang masuk dalam 10 besar calon rektor UHO pada pilrek tahap pertama.

Penulis: La Ode Kasman
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...