partai ppp sultra
Pengurus PPP Pusat saat bertemu dengan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna HLaoly. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com– PTUN Jakarta Selatan memenangkan kubu Djan Faridz dan membatalkan surat keputusan pengesahan kepengurusan PPP hasil mukhtamar Pondok Gede.

Menyusul keluarnya putusan tersebut, kubu Djan Faridz di Sulawesi Tenggara berjanji akan mengakomodir orang-orang di kubu Romahurmuziy (Romi).

BACA JUGA: PPP Versi Romi Tak Persoalkan Gugatan Kubu Djan Faridz

“Kita akan akomodir mereka. Kalau mau bergabung dengan kami, silahkan. Kalau tidak mau yah tidak masalah juga. Yang penting, kita yang sah berdasarkan hukum,” ujar Sekretaris DPW PPP Sultra kubu Djan Faridz, Dahris Aljadawi, Rabu 23 November 2016.

Dahris menguraikan, pada 22 November 2016, PTUN Jakarta Selatan melalui dua putusannya telah memenangkan DPP PPP Hasil Muktamar Jakarta oleh kubu Djan Faridz dan membatalkan SK pengesahan kepengurusan PPP hasil Mukhtamar Pondok Gede versi Romi.

“Dua putusan tersebut adalah hasil gugatan yang diajukan DPP PPP Djan Faridz dan kader PPP Djan Faridz atas perkara masing masing No.95/G/2016/TUN-JKT,” beber Dahris.

Dari gugatan itu, hakim PTUN mengeluarkan amar putusan. Pertama, mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya. Kedua, menyatakan batal SK pengesahan kepengurusan Hasil muktamar Pondok Gede.

BACA JUGA: PPP Kubu Djan Faridz Akan Gugat KPU Bombana dan Buton Selatan

Ketiga, mewajibkan tergugat (Menkumham) untuk mencabut SK pengesahan kepengurusan hasil muktamar Pondok Gede. Keempat, mewajibkan tergugat untuk mengesahkan sususnan PPP hasil muktamar 8 di Jakarta dengan ketua umum Djan Faridz dan Sekjen Dimyati Natakusumah. Kelima, menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara.

Adapun perkara nomor 97/G/2016/ TUN-JKT amar putusannya adalah satu mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya. Kedua, menyatakan batal SK pengesahan kepengurusan muktamar Pondok Gede. Ketiga, mewajibkan tergugat untuk mencabut SK pengesahan kepengurusan Pondok Gede.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...