pospera sultra
Suasana seminar dan dialog publik tentang pertambangan yang diselenggarakan Pospera Sultra di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu 17 September 2016. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Posko perjuangan rakyat atau Pospera, Sulawesi Tenggara, menggelar seminar dan dialog publik terkait pertambangan dan energi dalam bingkai nawacita Presiden RI, Jokowidodo. Seminar ini diselenggarakan di salah satu hotel ternama di Kota Kendari, Sabtu 17 September 2016.

Dalam seminar, Pospera Sultra menghadirkan beberapa narasumber yang ada kaitannya dengan pertambangan, seperti,  anggota Komisi VII DPR-RI Adian Napitipulu, Asisten I Pemda Konsel Drs Muh Hisrah, dan dari pihak Kepolisian Daerah Sultra.

Dalam pertemuan ini disepakati bahwa bahwa pertambangan dan energi, khususnya yang ada di Sultra harus dikelola sebaik mungkin. Hadirnya pertambangan harus membawa dampak positif bagi pertumbungan ekonomi daerah dan kesejateraan rakyat.

“Tambang merupakan potensi daerah yang harus dikelola dengan baik. Pengelolaannya tidak boleh dilakukan sekehendak hati, harus memperhatikan tata kelola yang baik sesuai dengan aturan yang ada,” kata Adian Napitipulu, di hadapan masyarakat dan mahasiswa yang hadir dalam seminar, Sabtu 17 September 2016.

Sementara itu, Asisten I Pemda Konsel Drs Muh Hisrah, mengungkapkan, untuk wilayah Konsel memang sangat rentan dengan hadirnya investor tambang, sama seperti Kabupaten Konawe Utara. Hadirnya tambang di Konsel, kata dia, mempengaruhi menurunkan produksi beras di Konsel, apalagi Konsel dikenal sebagai penopang beras di Sultra.

Akan tetapi, kata Muh Hisrah, Pemda Konsel harus pintar menjawab tantangan tersebut, mendorong pengelolaan tambang tanpa merusak lingkungan sekitar serta tetap memperhatikan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan. Menurutnya, banyak perusahaan tambang di Konsel yang bermasalah dan sedang dalam proses hukum.

“Hadirnya tambang di Konsel menurunkan produksi beras. Tapi tetap harus kita kaji lebih baik lagi agar tambang jalan dan pertanian padi tidak terganggu. Nah hal ini telah kami jalankan, dan semuanya teratasi. Soal tambang yang bermasalah saya piker saat ini sementara penuntasan kasus,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pospera Sultra Wahidin Kusuma Putra, mengungkapkan, seminar yang diadakannya adalah rangkaian dengan rapat kerja daerah atau rakorda dan rapat koordinasi khusus atau rakorsus Pospera di Sultra.

Menurut Wahidin, kegiatan ini sangat penting karena Pospera harus menjadi pemantau pelaksanaan nawacita yang diganungkan Presiden Jokowi. Kata dia, Pospera akan mengawal proses investasi pertambangan dan pengelolaan sumber daya alam di Sultra yang berbasis kerakyatan.

Penulis : Kamarudin
Editor  : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...