Ilustrasi Pemukulan Mahasiswa UHO
Ilustrasi. (KABARKENDARI/Muh. Hajar Syiddiq)

Kabarkendari.com – Kepolisian Resor Kendari, Sulawesi Tenggara, sudah menerima laporan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari yang mendapat tekanan dan intimidasi dari La Ono dan Muh Elwan saat mahasiswa menggelar demonstrasi meminta hasil pemilihan rektor UHO dibatalkan dan diulang kembali, di Rektorat UHO, belum lama ini.

Kepolisian sementara melakukan pemeriksaan saksi-saksi dari pelapor yakni mahasiswa. Sudah ada empat orang saksi yang dimintai keterangannya oleh penyidik, terkait kasus dugaan penganiayaan tersebut.

“Untuk terlapornya dalam penyilidikan. Soal La Ono dan Muh Elwan belum bisa kami mengarah kesana karena kedua orang ini tidak dilihat melakukan pemukulan. Tapi kasus pemukulan berawal dari intimidasi dan larangan demo dari La Ono dan Muh Elwan ini,” jelas Kepala Unit Satuan Reserse Kriminal Polres Kendari, Inspektur Dua Sakti.

Soal apakah La Ono dan Muh Elwan akan diperiksa juga nantinya, Sakti belum bisa menyimpulkan. Namun ada beberapa nama yang disebutkan terlibat seperti dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik bernisial JA. Kata pelapor, JA jelas melakukan pemukulan. Namun untuk korbannya, belum membuat laporan polisi terkait dugaan terhadap JA.

“Tapi katanya mau datang melapor. Kalau korban melihat JA ini memukul lebih bagus. Paling tidak dari situ kita bisa kejar pelaku lainnya,” tutur Sakti, Senin 26 September 2016, sore.

Untuk diketahui, puluhan mahasiswa UHO yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Penggugat Rektor (AMPR) UHO, meminta kepada Rektor UHO, Prof Usman Rianse agar membatalkan hasil pilrek lalu. Sayang, baru beberapa menit berorasi, sekelompok orang dari gedung rektorat yang dipimpin La Ono dan Muh Elwan datang melakukan intimidasi dan membubarkan demo.

Demo mahasiswa kemudian berpindah ke Jalan HEA Mokodompit. Nmun lagi-lagi, sekelompok orang yang salah satu diantaranya adalah Dosen Fisip datang membubarkan mahasiswa dengan cara kekerasan.

Penulis : Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...