Polemik Pencalonan Haris Andi Surahman Belum Tuntas
Koordinator PK Golkar Kendari, Syamsul Umar. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Polemik pencalonan Haris Andi Surahman sebagai calon wakil di Partai Golkar sepertinya belum menemui titik terang. Antara Haris dan pengurus Golkar di tingkat kecamatan belum melahirkan kata sepakat tentang pencalonan di Pilwali Kendari nanti.

Polemik bermula saat Haris mengklaim mendapatkan dukungan dari Golkar untuk mendampingi Abdul Rasak pada Pilwali Kendari 2017. Namun, kader Golkar di tingkat kecamatan tidak terima dengan sikap Haris yang over confidence serta membangun opini publik bahwa seolah-olah sudah dia yang akan mendampingi Abdul Rasak di Pilwali Kendari nanti.

Persoalan ini sudah dibahas secara internal dengan melibatkan kedua belah pihak, dimediasi Ketua DPD Golkar Sultra Ridwan Bae.

Menurut Haris Andi Surahman, pertemuan tersebut sudah aman dan melahirkan kesepakatan bersama untuk menunggu surat keputusan atau SK dari DPP.

“Sekarang sudah tuntas tinggal tunggu keputusan Partai saja,” ungkap Haris beberapa waktu lalu.

Namun demikian, pernyataan Haris ini lagi-lagi ditentang oleh seluruh pengurus PK Golkar Kota Kendari. Koordinator PK Golkar Kendari Syamsul Umar menegaskan belum ada yang klir dengan protes mereka. Menurutnya, Haris belum mengantongi SK dari DPP untuk maju di Pilwali Kendari.

“Kita itu belum aman kalau dia nyatakan aman. Kita tunggu saja keputusan DPP,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Sultra Ridwan Bae mengaku, ada kesalahpahaman antara PK dan Haris dalam penetapan DPP. Menurut dia, kader menganggap Haris tidak pernah berkomunikasi dengan pengurus di bawah.

“Rupanya, Haris tidak pernah komunikasi aktif dengan pengurus di bawah. Namun, saya sesalkan kenapa ini dilakukan secara terbuka. Harusnya, dibicarakan dulubdi internal,” ungkapnya.

Untuk itu, tekan dia, seluruh kader untuk bersabar dulu sembari menunggu keputusan DPP. Menurut dia, hingga saat ini belum ada SK resmi dari DPP.

“Apa pun keputusan partai kita harus ikuti. Kita kader, selama sudah masuk Golkar maka seluruh pilihan politik sudah menjadi hak partai,” katanya.

Kalau pun ada yang menolak Haris, maka itu pandangan pribadi masing-masing. Sebab, Partai memutuskan ini berdasarkan pertimbangan tertentu.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman
Editor   : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...