bom bombana
Rilis pers polda sultra soal kasus penemuan 1,5 ton bahan baku pembuatan bom jenis Amonium Nitrat di Poleang, Bombana. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara akhirnya menetapkan seorang tersangka bernama Burhan dalam kasus penemuan 1,5 ton bahan baku pembuatan bom jenis Amonium Nitrat di Poleang, Bombana. Burhan diduga kuat pemilik barang tersebut.

“Setelah kami melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi awal bernama Rustam alias Astang, kami peroleh petunjuk bahwa inisial BH diduga kuat pemilik 1,5 ton bahan baku pembuat bom jenis amonium nitrat,” ungkap Direktur Polair Polda Sultra, Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Anugrah, Selasa 20 September 2016.

Mantan Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Kolaka ini mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti terkait keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. “Masih saksi dan masih dikumpulkan barang buktinya. Kami sementara melakukan pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti untuk menjerat tersangka lain,” tegasnya.

Lebih lanjut perwira polisi ini menjelaskan, Burhan dijerat dengan pasal yang diatur dalam Undang-Undang Darurat, terkait kepemilikan bahan peledak secara ilegal. Tersangka diancam 20 tahun penjara. Saat ini, penyidik tengah melengkapi berkas tersangka untuk dikirim ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Dit Polair Polda Sultra mengamankan 1,5 ton bahan baku pembuat bom, bahan ini diamankan di Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, Sultra, Jumat 16 September 2016.

Proses pengungkapan kasus ini, berawal dari adanya laporan masyarakat bahwa ada penyimpanan ratusan karung bahan baku pembuatan bom di Kecamatan Poleang.

Anggota Sub Direktorat Penegakan Hukum atau Subdit Gakum, Dit Polair Polda Sultra pun, langsung melakukan penyelidikan. Beberapa hari melakukan penyelidikan, anggota Subdit Gakum yang dipimpin Kepala Subdit Gakum Ajun Komisaris Besar Polisi Agus Budi akhirnya menangkap pria bernama Rustam alias Astang selaku pemilik bahan baku pembuatan bom tersebut, Kamis 15 September 2016, pukul 23.00 Wita.

Penulis : Kamarudin
Editor  : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...