Komplotan maling lintas kabupaten
Komplotan maling lintas kabupaten saat menjalani pemeriksaan di Mapolda Sultra, Kamis 1 September 2016. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Setelah menjadi target operasi dalam sebulan, aparat Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara akhirnya berhasil mengungkap komplotan pencuri alias maling lintas kabupaten/kota. Setidaknya ada tujuh pelaku yang berhasil ditangkap oleh Sub Direktorat III, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sultra, Kamis 1 September 2016.

Ketujuh pelaku tersebut adalah Anjas, Zainal, Imran, Sarwin, Risman, Aris, dan Maladi. Kini mereka diamankan di Mapolda Sultra untuk menjalani proses pemeriksaan.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum, Ajun Komisaris Besar Polisi Ilham Saparona, kepada kabarkendari.com, menyampaikan, dalam menjalankan aksinya, komplotan maling tersebut menggunakan mobil rental. Mereka menyisir rumah dari wilayah Kendari, Konawe Selatan, hingga Konawe Utara. Enam pelaku diantaranya sudah beraksi pada 17 titik berbeda.

Menurut Ilham Saparona, mereka mengincar rumah-rumah tanpa penghuni dan mengambil semua barang berharga yang ada dalam rumah tersebut, mulai dari motor hingga barang-barang elektronik.

“Misalnya sebuah rumah tak berpenghuni mereka masuki. Jika ada barang elektronik atau motor yang berada di dalam rumah maka semuanya diambil oleh pelaku,” katanya.

Mantan Kepala Kepolisian Resor Kendari ini menjelaskan, sasaran para pelaku tidak hanya rumah masyarakat biasa ataupun pegawai, melainkan rumah anggota Polri dan TNI pun ikut dimasuki. Dalam menjalankan aksinya, satu dari enam pelaku ditugaskan untuk menjadi mata-mata. Sedangkan lima lainnya menunggu dalam mobil.

“Ketika kondisi rumah dalam keadaan kosong dan dipastikan semuanya aman, disiitulah mereka langsung menjalankan aksinya,” ungkapnya.

Bukan hanya rumah kosong. Menurut Ilham, para pelaku juga kadang beraksi di tempat keramaian seperti tempat hiburan malam, mal, dan tempat wisata.

“Dengan banyaknya laporan masyarakat kami coba mengembangkan. Hasilnya para pelaku akhirnya ditangkap di Kabupaten Konawe. Dalam penangkapan kami mengamankan barang bukti berupa sembilan unit motor dan beberapa barang elektronik berupa TV, spiker, laptop, printer, dan HP,” bebernya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya para pelaku dijerat Pasal 363, Pasal 55, 56, dan Pasal 480 KUHP dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Penulis : Kamarudin
Editor   : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...