Ilustrasi penambangan ilegal
Ilustrasi. (KABARKENDARI/Muh. Hajar Syiddiq)

Kabarkendari.com – Setelah menahan Direktur Koperasi Buton Bersinar dalam kasus pertambangan tanpa Izin Usaha Pertambangan, penyidik Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, kembali menggarap PT. Wijaya Karya. Perusahaan ini diduga melakukan penambangan diluar IUP di Kabupaten Buton.

Penyidik Sub Direktorar IV Tindak Pinda Tertentu, mengagendakan pemeriksaan saksi ahli pertambangan dari Dinas ESDM Sultra. Saksi akan dimintai tanggapannya terkait tindakan PT Wika yang menambang diluar IUP. Pemeriksaan saksi ahli rencananya dilakukan Rabu 21 September 2016.

“Saksi ahli ini akan diperiksa untuk menjelaskan bagaimana mekanisme hukum atau tindakan melakukan penambangan seperti yang dilakukan oleh PT Wika. Soal bukti-bukti sudah ada kami temukan. Tapi itu kepentingan penyelidikan,” kata Kepala Subdit IV Ajun Komisaris Besar Polisi, Hartono.

Setelah pemeriksaan saksi ahli, penyidik akan melakukan gelar perkara penentuan untuk ditingkatkan ke penyidikan. Dengan bukti-bukti yang ada, kata Hartono, pihaknya meyakini akan ditingkatkan pada tahap penyidikan. Ia memastikan kasus ini naik ketahap selanjutnya.

“Gelarnya nanti untuk membuka semua hasil penyelidikan dan pemeriksaan beberapa  pekan ini. Harapan kita pasti naik kepenyidikan. Karena sudah ada bukti-bukti yang kami amankan. Yah itu kewenangan penyidik nanti gelar kita buka bukti-buktinya yah,” ujarnya.

Hartono menjelaskan, pemeriksaan terhadap Direktur PT Wika yang ia sebutkan bernama Fahmi, baru sebatas klarifikasi. Fahmi akan dimintai keterangan lanjutan setelah dilakukan pemeriksaan ahli dan gelar perkara. Direktur PT Wika, diduganya mengetahui soal kasus pertambangan PT Wika yang keluar dari IUP.

Penulis : Kamarudin
Editor  : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...