Ilustrasi Korupsi
Ilustrasi. (INT)

Kabarkendari.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara mengancam akan melakukan upaya jemput paksa terhadap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Muna, Arwin Kadaka.

Upaya jemput paksa akan ditempuh lantaran tersangka dinilai tidak kooperatif terhadap proses penyidikan. Menurut Kasubbid PID, Kompol Dolfi Kumaseh, penyidik telah dua kali melayangkan panggilan terhdap tersangka namun tidak diindahkan.

“Surat panggilan keduanya sudah diserahkan. Jadwalnya saya tidak tahu kapan, tapi yang pasti sudah diberikan. Hanya saja, saya hubungi penyidik yang menangani kasus ini yang bersangkutan (Arwin Kadaka) tidak hadir juga. Panggilan pertama juga begitu,” kata Dolfi di ruang kerjanya, Rabu 01 Maret 2017.

Jika Arwin Kadaka tidak juga memenuhi panggilan ketiga, maka pihaknya akan secepatnya melakukan upaya paksa. Dolfi membeberkan, penetapan tersangka terhadap Arwin Kadaka sudah sejak di Polres Muna. Namun sejak penetapan tersangka itu yang bersangkutan tidak pernah hadir untuk diperiksa sebagai tersangka.

“Setelah kasusnya diambil alih sama polda, Arwin Kadaka juga tidak pernah hadir dari panggilan. Kita lihat saja nanti apakah langsung ditahan atau tidak. Tapi kalau panggilan saja tidak pernah datang maka bisa saja ini menjadi bahan pertimbangan kita,” jelasnya.

Arwin Kadaka ditetapkan tersangka karena keterlibatannya sebagai pimpinan proyek percetakan sawah di Muna tahun 2013. Saat menangani proyek ini Arwin Kadaka masih berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dibDinas Pertanian Muna.

Penulis: Kamarudin
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...