UU ITE
Ilustrasi. (INT)

Kabarkendari.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara terus melakukan penyelidikan kasus pelanggaran UU ITE yang melibatkan seorang Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sultra, inisial AL.

Sebagai terlapor dalam kasus ini, AL sudah diperiksa atau dimintai keterangannya oleh penyidik Ekonomi Khusus (Eksus) sebagai pihak yang menangani perkara ini.

Sayanganya, Kasubbid PID Polda Sultra, Komisaris Polisi Dolfi Kumaseh, tidak menyebutkan bagaimana hasil pemeriksaan terhadap AL karena masuk dalam materi penyidikan.

“Katanya hanya untuk unek-unek saja. Tapi kita belum bisa menyimpulkan apakah unek-unek itu masuk kategori pidana ITE. Yang pasti pemeriksaan ini untuk mengetahui maksud dan tujuan terlapor berkomentar dengan menggunakan kata-kata kasar tersebut,” kata Dolfi, Rabu 19 Oktober 2016.

BACA JUGA: Kasus Penghinaan Kepala Sekretariat KPID Sultra Mengendap

Dolfi membeberkan, materi pertanyaan kepada terlapor akan disimpukan setelah gelar perkara untuk ditingkatkan ke proses penyidikan. Bukti-bukti sudah dikumpulkan. Selain itu, sudah ada beberapa saksi yang diperiksa; pelapor, terlapor, dan saksi ahli.

“Ahli bahasa sudah kami periksa juga. Kami tidak akan menyebutkan apa keterangan ahli karena berkaitan dengan berkas. Kalau mau tahu silakan ditanya langsung kepada ahlinya di Kantor Bahasa Sultra. Kalau kami sifatnya rahasia,” ujarnya.

Untuk diketahui, AL dilaporkan oleh Kepala Sekretariat KPID Sultra, Zahra didampingi kuasa hukumnya Nasrudin SH. Zahra melaporkan AL karena merasa dihina melalui facebook. Kala itu AL membuat status di dacebook yang menyebutkan nama Zahra dan disusul dengan kata-kata kasar.

Penulis: Kamarudin
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...