pembangunan jeti ilegal
Ilustrasi. (INT)

Kabarkendari.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara terus berupaya menuntaskan kasus dugaan tindak pidana pelayaran dan kelautan yang diduga dilakukan PT Baula Petra Buana dalam pembangunan dan pengoperasian Jetty atau Pelabuhan Khusus di Konawe Selatan. Terbaru, polda memeriksa Kepala Syahbadar Langara, Konawe Kepulauan, Abdulah.

Kasubbid PID Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh mengatakan pemeriksaan kasus PT Baula Petra Buana, penyidik tindak pidana tertentu sementara merampungkan pemeriksaan saksi-saksi. Salah seorang saksi yang diambil keterangannya adalah Kepala Syahbandar Langara.

“Pemeriksaan saksi-saksi dulu. Kepala syahbandar Langara diperiksa terkait mekanisme pengoperasian pelabuhan. Keterangannya yah harus ada izin, sementara fakta yang kami temukan tidak ada izin, artinya keterangan syahbandar menguatkan dugaan penyidik,” tegas Dolfi, Kamis 02 Maret 2017.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pemeriksaan saksi kembali akan dilakukan pekan ini. Penyidik mengagendakan pemeriksaan staf atau pegawai perusahaan PT Baula Petra Buana yang mengetahui soal dokumen penting dalam pengoperasian pelabuhan.

“Setelah pemeriksaan saksi, kami akan gelar perkara penentuan tersangka. Disitu kita lihat mengarah pada siapa dan siapa yang bertanggung jawab nanti dalam kasus ini,” tegasnya.

Direktur PT Baula Petra Buana, bernama Romansyah juga tetap akan dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Statusnya tergantung dengan hasil gelar perkara penyidik.

“Tetap status pertama saksi dulu. Kalau dia yang bertanggung jawab maka kita tetapkan juga tersangka. Tapi saat ini belum ada tersangka,” jelasnya.

Penulis: Kamarudin
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...