wika bitumen
Ilustrasi Penambangan Ilegal. (KABARKENDARI/Hajar Syiddiq)

Kabarkendari.com – Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara terus melakukan penyidikan terhadap kasus penambangan ilegal yang dilakukan PT Wijaya Karya (Wika) Bitumen di Kabupaten Buton. Pihak Polda sudah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus ini.

Terakhir, penyidik Polda Sultra memeriksa pejabat Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara. Kasubbid PID Polda Sultra, Komisaris Polisi Dolfi Kumaseh kepada Kabarkendari.com, Jumat 25 Nopember 2016 siang, manyampaikan, penyidik berjanji akan menuntaskan perkara tersebut yang menjadi utang perkara. Katanya, penyidik menargetkan Desember 2016 mendatang kasus itu tuntas.

“Penyidikannya akan dipercepat, setelah pemeriksaan saksi-saksi akan langsung diumumkan nama-nama tersangka yang diduga bertanggung jawab dalam penambangan illegal ini. Paling lama bulan depan (Desember) akan selesai,” kata Dolfi melalui selulernya.

Lebih lanjut Dolfi menguraikan, penuntasan itu hingga pada pengiriman berkas perkara ke Kejaksaan Tinggi Sultra untuk diselidiki kejaksaan dan disidangkan. Dolfi mengaku kasus itu terkesan lambat karena sulitnya pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan oleh penyidik. Soal siapa tersangka katanya, saat ini masih Direktur Utama PT Wika Bitumen yang berpotensi tersangka.

“Karena selaku pimpinan perusahaan yang melihat adanya penambangan diluar IUP itu. Tapi itu kembali pada kewenangan penyidik nantinya. Soal siapa yang tersangka apakah KTT (kepala teknik tambang) atau direktur atau siapa saja tergantung penyidik. Yang pasti dua alat buktinya sudah kami temukan,” bebernya.

Selain kasus PT Wika Bitumen, kata Dolfi, penyidik Polda Sultra yang menangani perkara akan berupa menuntaskan perkara-perkara yang tersendat dalam bulan Desember 2016 mendatang.

Untuk diketahui, PT Wika Bitumen diduga melakukan penambangan aspal diluar IUP di Kabupaten Buton. Setelah diselidiki polisi menemukan dua alat bukti terkait dengan tindak pidana tersebut. Dalam kasus ini, polisi menyebutkan negara mengalami kerugian karena PT Wika Bitumen melakukan penambangan diluar IUP. Akan tetapi untuk menghitung kerugian itu nanti akan dilakukan beberapa waktu kedepan.

Penulis : Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...