Kasus Illegal Logging Mantan Anggota DPRD Butur
Humas Kejati Sultra, Janes Mamangkey, bersama Ketua Lepidak Sultra, Hermawan. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Lembaga Pemerhati Infrastruktur Daerah dan Anti-Korupsi Sulawesi Tenggara (Lepidak-Sultra) menuding Kepolisian Daerah Sultra memainkan kasus illegal logging yang melibatkan mantan anggota DPRD Buton Utara Hermayanto alias La Bobby.

Ketua Lepidak-Sultra Hermawan mengaku, aparat penegak hukum seakan-akan buta dalam penanganan kasus illegal logging. Bobby, kata dia, sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Direskrimsus Polda Sultra, namun belum ditahan sampai hari ini juga.

“Melihat kondisi yang terjadi hari ini penegakan supremasi hukum yang tidak sesuai dengan perintah undang undang yang berlaku di negara ini,” katanya saat menggelar aksi di Kantor Kejaksaan Tinggi Sultra, Kamis 13 Oktober 2016.

BACA JUGA: Kasus Illegal Logging La Ode Falihi Siap ke Meja Hijau

Menurutnya, jika mengacu Undang-Undang Nomor 13 tahun 2013 pasal 83 ayat 1 butir A dan B tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, harusnya Bobby sudah ditahan.

Sementara itu, Humas Kejati Sultra Janes Mamangkey saat menerima mereka mengaku, pada 29 Juli lalu telah menerima dokumen dari pihak penyidik Tipiter Polda Sultra. Namun, jaksa penuntut mengembalikan berkas tersebut ke Polda karena dinilai belum lengkap.

“Kami kembalikan karena masih ada yang perlu dilengkapi,” kata Janes.

Tidak lengkapnya berkas penanganan kasus illegal logging ini, Lepidak-Sultra menduga pihak penyidik Tipiter Polda Sultra sengaja mengulur waktu kelengkapan berkas perkara Hermayanto alias La Bobby.

“Kami akan terus mendesak agar Polisi dan Jaksa menuntaskan kasus ini,” tuturnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...