penemuan mayat kolaka
Ilustrasi. (INT)

Kabarkendari.com – Warga Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, dikagetkan dengan penemuan sesosok mayat dengan kondisi mengenaskan dalam rumah kos yang berada di Jalan Bunga Tanjung, Sabtu 25 Februari 2017 pagi. Mayat tersebut bernama Daeng Paseret, pria berumur 50 tahun ini merupakan pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintahan Kota Kendari, tepatnya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yang berprofesi sebagai guru di sekolah dasar (SD) Kecamatan Mandonga.

Dihubungi melalui telepon selulernya, Kepala Polsek Kemaraya, IPTU Fajar mengungkapkan, kasus ini pertama kali diketahui oleh saksi bernama Nuryam Yani. Saksi saat pulang dari kerja merasa ada yang aneh dalam kamar kost milik korban. Pasalnya, dari dalam kamar keluar bau busuk yang samgat tajam. Firasat Nuryam kata Fajar merasa bahwa ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi pada korban Daeng Pasered.

“Setelah tiba saksi mencium bau busuk serta mendapati banyak lalat di depan kamar kontrakan korban, karena merasa curiga saksi langsung menghubungi anggota saya bernama Bripka Deny Salvani, setelah itu anggota langsung ke lokasi, dan langsung mendobrak pintu kamar korban untuk mengecek ke dalam kamar,” tutur Fajar.

Ketika pintu kamar terbuka kata perwira polisi ini saksi beserta Bripka Deny mendapati korban sudah meninggal dunia dan dalam keadaan terlentang. Kondisinya sangat mengenaskan. Beberapa bagian tubuhnya sudah busuk dimakat ulat. Saksi dan polisipun katanya langsung menghubungi Piket Polsek Kemaraya agar didatangkan tim identifikasi serta mobil ambulance.

“Pukul 12.00 Wita barulah tim identifikasi Polres Kendari tiba dan langsung melakukan olah Tkp, dan setelah itu korban dimasukkan ke kantong mayat dan langsung dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum atau Otopsi terhadap,” jelasnya.

Pemeriksaan sementara katanya, berdasarkan keterangan sak bernama Agustina yang merupakan rekan kerja korban, menjelaskan bahwa korban mengidap penyakit asma dan penyakit kulit. Karena penyakitnya ini katanya, keluarga dari korban tidak mau lagi menerimanha. Korban juga diduga mengidap penyakit kejiwaan karena saat keluar rumah selalu membawa tas samping yang isinya berkas-berkas dan selalu membawa payung namun payung tersebut tidak pernah di gunakan saat hujan ataupun panas.

“hanya dibawa saja,” singkatnya.

Polisipun menyimpulkan, korban meninggal dunia karena sakit. Hasil keterangan sementara oleh dokter polisi juga kata Fajar meninggalnya korban diperkirakan sekitar lima hari lalu. Di tubuh korban tidak ditemukannya tanda-tanda tindak kekerasan. Sementara saksi lain bernama Jumini selaku pemilik kontrakan Korban katanya sudah sekitar lima tahun tinggal di kamar kontrakan tersebut.

“Hubungan sosialnya agak kurang baik karena tidak pernah berkomunikasi dengan warga maupun orang-orang disekitar rumah kos dikarenakan malu terhadap penyakit yang diderita korban. Ini katerangan saksi di TKP,” bebernya.

Penulis: Kamarudin
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...